-
Tiga pelatih asing dikabarkan jadi incaran utama PSSI.
-
Mereka adalah Kapadze, Hallgrimsson, dan Jesus Casas.
-
Ketiganya punya rekor pernah mengalahkan Timnas Indonesia.
Suara.com - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, sempat mengutarakan bahwa federasi sepak bola nasional sedang memproses penyeleksian lima calon pelatih baru bagi Timnas Indonesia.
Setelah pernyataan itu, beberapa media luar negeri mulai mengungkapkan identitas tiga nama yang diyakini masuk dalam daftar kandidat tersebut.
Proses pencarian dan penentuan sosok pelatih berkualitas yang akan memimpin Skuad Garuda memang sedang berjalan intensif oleh PSSI.
Seiring berjalannya waktu, kabar mengenai tiga kandidat teratas ini menyebar luas melalui laporan-laporan dari kantor berita internasional.
Nama pertama yang berhasil diidentifikasi publik adalah Timur Kapadze, sosok yang sebelumnya menjabat sebagai asisten pelatih Timnas Uzbekistan.
Kapadze telah secara resmi mengumumkan pengunduran dirinya dari posisi tersebut melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, yang langsung memicu spekulasi besar tentang destinasi kepelatihan barunya.
Dalam sesi wawancara dengan Gazeta Uzbekistan, Kapadze mengakui bahwa dirinya memang tengah menjadi fokus perhatian dari Indonesia.
Pelatih asal Uzbekistan ini juga mengonfirmasi bahwa saat ini dia sedang berada dalam tahapan negosiasi dengan beberapa negara sekaligus.
"Diskusi dengan Indonesia benar-benar sedang dipertimbangkan," ujar Kapadze, memperkuat indikasi ketertarikan PSSI.
Baca Juga: Selamat Tinggal Jordi Cruyff Disebut-sebut Bakal Jadi Dirtek Ajax
Kandidat berikutnya yang diungkapkan oleh sumber-sumber media asing adalah Heimir Hallgrimsson, juru taktik berpengalaman asal Islandia yang kini masih melatih Timnas Irlandia.
Media asal Irlandia, Irish Examiner, memberitakan secara detail mengenai ketertarikan serius PSSI terhadap Hallgrimsson.
Sumber tersebut mengindikasikan bahwa masa depan Hallgrimsson akan sangat dipengaruhi oleh hasil yang diraih dalam dua pertandingan krusial di Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Irish Examiner bahkan secara tegas menyebutkan bahwa Hallgrimsson termasuk dalam daftar target utama yang sedang dikejar oleh PSSI.
Sosok ketiga yang dibocorkan ke publik adalah pelatih berkebangsaan Spanyol, Jesus Casas.
Laporan dari media Irak, Iraq Football Gallery, menempatkan Casas sebagai salah satu dari lima kandidat yang menjadi pilihan PSSI.
Ketiga nama calon pelatih asing tersebut memiliki sebuah kesamaan riwayat yang cukup menarik perhatian bagi penggemar sepak bola Indonesia.
Ketiganya ternyata memiliki catatan pernah memimpin timnya masing-masing dan berhasil mengalahkan Timnas Indonesia di ajang kompetitif atau persahabatan.
Timur Kapadze sebelumnya sukses membawa timnya menumbangkan Indonesia U-23 dengan skor 2-0 dalam laga semifinal Piala Asia U-23 2024.
Sementara itu, Hallgrimsson pernah mengalahkan Timnas Indonesia dengan skor telak 4-1 dalam pertandingan persahabatan internasional yang digelar pada tahun 2018.
Adapun Casas adalah pelatih yang berhasil membawa skuad Irak dua kali menundukkan Timnas Indonesia pada rangkaian pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026.
Keputusan final mengenai siapa yang akan memimpin Timnas Indonesia selanjutnya tentu akan menjadi perhatian besar bagi pecinta sepak bola di Tanah Air.
PSSI diharapkan segera memberikan pernyataan resmi mengenai perkembangan proses seleksi ini demi kejelasan masa depan tim nasional.
Proses seleksi pelatih ini menegaskan komitmen PSSI untuk menghadirkan kualitas kepelatihan terbaik bagi Skuad Garuda.
Pemilihan pelatih baru wajib mempertimbangkan visi jangka panjang PSSI untuk pengembangan sepak bola Indonesia di kancah global.
Inilah momen krusial bagi PSSI untuk menentukan arah dan strategi Timnas Indonesia di kompetisi internasional mendatang.
Daftar lima kandidat yang disebutkan Erick Thohir membuktikan PSSI ingin mendapatkan pelatih yang benar-benar berkualitas tinggi.
Negosiasi yang melibatkan beberapa negara menunjukkan bahwa PSSI harus bergerak cepat dan menawarkan proposal yang menarik.
Indonesia butuh pelatih yang mampu memaksimalkan potensi pemain lokal dan bersaing dengan tim-tim kuat Asia.
Pengalaman para kandidat yang pernah melawan Indonesia bisa menjadi nilai tambah dalam memahami kekuatan dan kelemahan tim.
Publik menantikan pengumuman resmi dari PSSI setelah proses negosiasi dan seleksi ini tuntas dilaksanakan.