Jelang Drawing Piala Dunia 2026, FIFA Dibombardir Kritik Soal Deportasi dan Diskriminasi HAM

Kamis, 04 Desember 2025 | 17:33 WIB
Jelang Drawing Piala Dunia 2026, FIFA Dibombardir Kritik Soal Deportasi dan Diskriminasi HAM
Menjelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington DC, pada 5 Desember waktu setempat, FIFA mendapat tekanan besar dari berbagai organisasi hak asasi manusia, serikat pekerja, hingga kelompok suporter.. (FIFA)
Baca 10 detik
  • FIFA menghadapi tekanan menjelang drawing Piala Dunia 2026 di Washington DC terkait pemenuhan komitmen hak asasi manusia.
  • Koalisi HAM mendesak FIFA memastikan prinsip HAM terjamin, termasuk perlindungan pekerja, suporter, dan kebebasan pers.
  • Organisasi HAM menyoroti situasi HAM memburuk di Amerika Serikat, mendesak pemulihan kampanye anti-diskriminasi.

Suara.com - Menjelang drawing Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Kennedy Center, Washington DC, pada 5 Desember waktu setempat, FIFA mendapat tekanan besar dari berbagai organisasi hak asasi manusia, serikat pekerja, hingga kelompok suporter.

Mereka menilai induk sepak bola dunia itu belum menunjukkan tindakan nyata dalam memenuhi komitmen HAM menjelang turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Koalisi besar yang terdiri dari Sport & Rights Alliance, Dignity 2026, ACLU, AFL-CIO, Amnesty International, Human Rights Watch, NAACP, Athlete Ally, dan Independent Supporters Council menegaskan bahwa FIFA harus memastikan Piala Dunia 2026 berjalan dengan prinsip hak asasi manusia yang kuat meliputi perlindungan pekerja, keamanan suporter, kebebasan pers, hingga perlindungan anak.

Menurut Andrea Florence, Direktur Eksekutif Sport & Rights Alliance, Piala Dunia 2026 seharusnya menjadi momentum memperbaiki model penyelenggaraan event FIFA.

Namun situasi HAM di Amerika Serikat disebut justru memburuk.

“Serangan terhadap imigran, pembatalan kampanye anti-diskriminasi FIFA, hingga ancaman terhadap kebebasan pers menunjukkan turnamen ini bergerak ke arah yang salah,” ujarnya dilansir dari hrw.org

Human Rights Watch juga mempertanyakan transparansi penghargaan baru FIFA Peace Prize yang besar kemungkinan akan diberikan kepada Presiden Donald Trump.

Mereka mengaku tidak mendapat respons terkait daftar nominasi, juri, maupun mekanisme penilaian.

Koalisi HAM internasional mendesak FIFA dan panitia kota tuan rumah untuk segera:

Baca Juga: Sadar Diri atau Merendah, Thomas Tuchel Sebut Inggris Bukan Favorit Juara Piala Dunia 2026

Mengembalikan kampanye anti-diskriminasi

Mencegah penahanan dan deportasi tanpa dasar selama turnamen

Menjamin kebebasan pers dan kebebasan berekspresi

Menyelesaikan Human Rights Action Plan di 16 kota tuan rumah

Membuat kebijakan perlindungan anak

Memastikan turnamen memberi manfaat nyata bagi warga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Zodiak Paling Cocok Jadi Jodohmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tua Usia Kulitmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apa Mobil yang Cocok untuk Introvert, Ambivert dan Ekstrovert?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Detail Sejarah Isra Miraj?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: 'Mens Rea' Pandji Pragiwaksono, Apa Layak Dilaporkan Polisi?
Ikuti Kuisnya ➔
Cek Prediksi Keuangan Kamu Tahun Depan: Akan Lebih Cemerlang atau Makin Horor?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Kamu di 2026 Siap Glow Up atau Sudah Saatnya Villain Era?
Ikuti Kuisnya ➔
POLLING: Bagaimana Prediksimu untuk Tahun 2026? Lebih Baik atau Lebih Suram?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Trivia Natal: Uji Pengetahuan Anda Tentang Tradisi Natal di Berbagai Negara
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Kepribadian: Siapa Karakter Ikonik Natal dalam Dirimu?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mitos vs Fakta Sampah: Cara Cerdas Jadi Pahlawan Kebersihan Lingkungan
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI