Rapor Merah Timnas Indonesia U-22: Indra Sjafri Lebih Buruk dari Gerald Vanenburg

Arief Apriadi Suara.Com
Jum'at, 19 Desember 2025 | 17:12 WIB
Rapor Merah Timnas Indonesia U-22: Indra Sjafri Lebih Buruk dari Gerald Vanenburg
Pengamat nilai Timnas Indonesia U-22 downgrade dari era Vanenburg ke Indra Sjafri. Permainan Garuda Muda di SEA Games 2025 dinilai miskin kreativitas. (instagram.com/@pssi)
Baca 10 detik
  • Kegagalan Timnas U-22 SEA Games 2025 memicu kritik bahwa pergantian pelatih dari Vanenburg ke Indra Sjafri merupakan penurunan kualitas permainan.
  • Pengamat Erwin Fitriansyah menyoroti hilangnya identitas permainan, kreativitas, dan semangat juang tim di bawah pelatih saat ini.
  • Erwin menekankan PSSI harus mengintegrasikan struktur kepelatihan dari U-17 hingga senior demi konsistensi filosofi permainan.

Suara.com - Kegagalan Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2025 memantik sorotan tajam terkait kualitas permainan yang dinilai mengalami kemunduran signifikan.

Pengamat sepak bola nasional, Erwin Fitriansyah, secara blak-blakan menyebut pergantian kursi pelatih dari Gerald Vanenburg ke Indra Sjafri justru menjadi sebuah downgrade bagi skuad Garuda Muda.

Menurutnya, meskipun materi pemain yang digunakan relatif sama, identitas permainan tim saat ini jauh berbeda dan kehilangan karakter dibandingkan era sebelumnya.

“Cara bermainnya lebih meyakinkan ketika ditangani Gerald Vanenburg, tim bisa menguasai permainan,” kata Erwin dikutip dari Antara.

Erwin menilai hilangnya kreativitas, lunturnya semangat juang, serta inkonsistensi penerapan taktik menjadi biang kerok utama penurunan performa di bawah asuhan pelatih saat ini.

Perbandingan kualitas ini semakin terasa menyakitkan jika melihat prestasi Vietnam yang sukses mengawinkan gelar Piala AFF 2025 dan emas SEA Games 2025 usai membungkam Thailand 3-2 di final.

Padahal, saat final Piala AFF 2025 lalu, Timnas Indonesia besutan Vanenburg mampu tampil dominan dan sangat merepotkan Vietnam meski akhirnya harus kalah tipis 0-1.

Situasi ini menjadi alarm keras bagi PSSI yang kini tengah sibuk mencari nakhoda baru untuk Timnas Senior dengan dua nama besar, Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman, masuk dalam radar.

Momentum pemilihan pelatih baru ini diharapkan Erwin tidak hanya sekadar mengganti figur, tetapi juga membenahi struktur kepelatihan nasional yang selama ini terkesan berjalan sendiri-sendiri.

Baca Juga: Aldila/Janice Raih Emas Ganda Putri Tenis SEA Games 2025

“Kembali, tugas utama siapa pun pelatih timnas yang akan dipilih PSSI adalah menyiapkan struktur kepelatihan yang terintegrasi dari U-17, U-20, U-23 hingga timnas senior, bukan model terpisah per tim,” tegas Erwin.

Integrasi filosofi, strategi, dan taktik dari level junior hingga senior dinilai sebagai harga mati agar transisi pemain berjalan mulus dan tidak gagap saat naik level.

Hanya dengan konsistensi sistem yang terpadu, Indonesia diyakini baru bisa kembali bersaing meruntuhkan dominasi Vietnam di Asia Tenggara dan bicara banyak di level Asia.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Cocok Kamu Jadi Orang Kaya? Tebak Logo Merek Branded Ini
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: iPhone Seri Berapa yang Layak Dibeli Sesuai Gajimu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Kamu Gabung Kabinet, Cocoknya Jadi Menteri Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Masuk ke Dunia Disney Tanpa Google, Bisakah Selamat?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Hidupmu Diangkat ke Layar Lebar, Genre Film Apa yang Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kira-Kira Cara Kerjamu Mirip dengan Presiden RI ke Berapa?
Ikuti Kuisnya ➔
Checklist Mobil Bekas: 30 Pertanyaan Pemandu pas Cek Unit Mandiri, Penentu Layak Beli atau Tidak
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Mental Health Check-in, Kamu Lagi di Fase Apa?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Jenis Motor Favorit untuk Tahu Gaya Pertemanan Kamu di Jalanan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Gibran Rakabuming Raka?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: 15 Soal Matematika Kelas 9 SMP dan Kunci Jawaban Aljabar-Geometri
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI