Senjakala di Molineux: Nestapa Wolves yang Menulis Ulang Rekor Terburuk Liga Inggris

Galih Prasetyo

Sabtu, 27 Desember 2025 | 22:49 WIB
Senjakala di Molineux: Nestapa Wolves yang Menulis Ulang Rekor Terburuk Liga Inggris
Senjakala di Molineux: Nestapa Wolves yang Menulis Ulang Rekor Terburuk Liga Inggris [Suara.com]
baca 10 detik
  • Wolverhampton Wanderers mencatatkan rekor buruk di Desember 2025 tanpa kemenangan dalam 17 pekan Premier League.
  • Kebobrokan manajemen terlihat dari penjualan pemain kunci seperti Cunha dan Aït-Nouri demi aturan PSR.
  • Manajemen klub berganti kepemimpinan dan menghadapi protes suporter setelah rentetan kekalahan menyakitkan.

Suara.com - Seolah-olah ada awan hitam yang menolak beranjak dari langit Wolverhampton Wanderers.

Jika Anda berjalan di sekitar Molineux Stadium pada penghujung Desember 2025 ini, suasana yang terasa bukan lagi antusiasme pendukung klub pendiri Football League, melainkan kegetiran yang menyesakkan dada.

Wolverhampton Wanderers, klub kebanggaan masyarakat Black Country, kini menjadi bahan tertawaan paling tragis di Premier League.

Statistiknya tidak hanya buruk; mereka adalah sebuah anomali sejarah yang memalukan.

Tujuh belas pekan telah berlalu, dan angka di kolom kemenangan masih menunjukkan angka nol besar.

Dengan hanya mengoleksi 2 poin dari 17 pertandingan (0 menang, 2 seri, 15 kalah), Wolves kini sedang menulis ulang buku rekor Premier League untuk alasan yang paling salah.

Ini bukan sekadar penurunan performa, ini adalah keruntuhan sistemis sebuah institusi sepak bola.

Bagaimana mungkin klub yang hanya lima tahun lalu menantang raksasa Eropa di perempat final Europa League bisa jatuh seburuk ini?

Jawabannya terletak pada kebobrokan manajemen yang tampaknya lebih peduli pada neraca keuangan daripada nyawa tim di lapangan hijau.

baca juga

Musim panas 2025 akan selalu diingat sebagai momen di mana Fosun International, pemilik klub asal Tiongkok memutuskan untuk "memutilasi" skuat mereka sendiri.

Demi mematuhi regulasi Profit and Sustainability Rules (PSR), manajemen menjual permata mahkota mereka, Matheus Cunha dilepas ke Manchester United seharga £62,5 juta dan bek sayap andalan Rayan Aït-Nouri dilarikan ke Manchester City dengan mahar £31 juta.

Kepergian dua pilar ini meninggalkan lubang menganga yang hanya ditambal dengan pemain-pemain kelas dua yang gagal beradaptasi dengan kecepatan Premier League.

Di pinggir lapangan, kekacauan manajerial menambah bumbu bencana ini.

Gary O'Neil, sosok yang sempat memberikan stabilitas, pergi meninggalkan kekosongan yang diisi oleh Vítor Pereira pada akhir 2024.

Namun, masa jabatan Pereira adalah bencana tanpa henti. Sebelum akhirnya dipecat pada 2 November 2025, Pereira hanya mencatatkan rasio kemenangan yang menyedihkan dan gagal memenangkan satu pun laga liga di awal musim 2025/2026.

Lalu datanglah Rob Edwards pada 12 November 2025, yang direkrut dari Middlesbrough sebagai upaya putus asa terakhir.

Namun, hingga detik ini, Edwards belum mampu memberikan efek kejut.

Ia mewarisi skuat yang sudah kehilangan kepercayaan diri sepenuhnya.

Kekalahan demi kekalahan terus bertumpuk, termasuk penghinaan di kandang sendiri saat dihajar Manchester City 0-4 dan kekalahan memilukan dari tim-tim papan bawah seperti Burnley.

Kesenjangan kualitas ini terlihat nyata di atas lapangan. Wolves hanya mampu mencetak 9 gol dalam 17 laga, sementara gawang mereka sudah dibobol 37 kali.

Delapan pemain berbeda masing-masing hanya menyumbang satu gol di liga—sebuah bukti bahwa mereka tidak memiliki ujung tombak yang kompeten setelah Cunha pergi.

Kemarahan suporter akhirnya meledak. Molineux, yang biasanya bergema dengan lagu Hi Ho Silver Lining, kini lebih sering dipenuhi dengan yel-yel tuntutan agar Fosun segera menjual klub.

Protes besar-besaran terjadi saat kekalahan 0-2 dari Brentford, tepat setelah Jeff Shi mengundurkan diri dari kursi pimpinan dan digantikan oleh Nathan Shi sebagai ketua eksekutif interim.

Nathan Shi sempat mencoba meredam api amarah melalui surat terbuka kepada penggemar pada Desember 2025. Ia mengakui bahwa performa tim jauh dari harapan, mengecewakan, dan menyakitkan.

Ia meminta kesabaran, namun bagi warga Wolverhampton yang sudah melihat timnya tertinggal 16 poin dari zona aman, kata sabar terdengar seperti ejekan.

Era keemasan yang dibangun bersama Jorge Mendes, yang membawa nama-nama besar seperti Rúben Neves dan Diogo Jota ke Black Country, kini tinggal menjadi kenangan usang di museum klub.

Yang tersisa hanyalah bayang-bayang kejayaan dan ketakutan nyata akan degradasi ke kasta kedua, atau bahkan lebih buruk lagi, mengingat hancurnya fondasi tim utama.

Wolverhampton Wanderers tahun 2025 adalah sebuah peringatan keras bagi sepak bola modern, bahwa ambisi global dan strategi bisnis yang dingin bisa menghancurkan identitas klub tradisional dalam sekejap.

Jika keajaiban tidak terjadi di bursa transfer Januari nanti, Wolves bukan hanya akan terdegradasi, mereka akan dikenang sebagai tim terburuk yang pernah menginjakkan kaki di rumput Premier League.

Cahaya Old Gold itu kini benar-benar telah meredup, tertutup oleh kebobrokan manajemen yang nampaknya telah kehilangan arah di tengah badai finansial yang mereka buat sendiri.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Hasil Liga Inggris: Tekuk Nottingham, Manchester City Geser Arsenal dari Puncak Klasemen

Hasil Liga Inggris: Tekuk Nottingham, Manchester City Geser Arsenal dari Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 27 Desember 2025 | 21:40 WIB

Prediksi Liverpool vs Wolves: The Reds Diunggulkan, Misi Bangkit Tamu Kian Berat di Anfield

Prediksi Liverpool vs Wolves: The Reds Diunggulkan, Misi Bangkit Tamu Kian Berat di Anfield

Bola | Sabtu, 27 Desember 2025 | 16:05 WIB

Prediksi Nottingham Forest vs Manchester City: Ujian Berat Tuan Rumah, City Bidik Puncak Klasemen

Prediksi Nottingham Forest vs Manchester City: Ujian Berat Tuan Rumah, City Bidik Puncak Klasemen

Bola | Sabtu, 27 Desember 2025 | 15:20 WIB

Prediksi Chelsea vs Aston Villa: Misi The Blues Hentikan Laju Senssional Pasukan Emery

Prediksi Chelsea vs Aston Villa: Misi The Blues Hentikan Laju Senssional Pasukan Emery

Bola | Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:50 WIB

Sosok Rp552,9Miliar Ini Bisa Jadi Masalah Chelsea, Enzo Maresca Wajib Ambil Tindakan

Sosok Rp552,9Miliar Ini Bisa Jadi Masalah Chelsea, Enzo Maresca Wajib Ambil Tindakan

Bola | Sabtu, 27 Desember 2025 | 12:53 WIB

Jadwal Liga Inggris Malam Nanti: Duel Krusial Arsenal dan Manchester City di Boxing Day

Jadwal Liga Inggris Malam Nanti: Duel Krusial Arsenal dan Manchester City di Boxing Day

Bola | Sabtu, 27 Desember 2025 | 10:43 WIB

Terkini

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Demi Jam Terbang, Persib Bandung Resmi Pinjamkan Henhen Herdiana ke PSM Makassar

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:21 WIB

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Bejad, Oknum Guru Ngaji di Kota Serang Asusila Gadis Berusia 9 Tahun

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:14 WIB

×