-
Nilai pasar Jay Idzes dan Muharemovic naik drastis melampaui biaya transfer awal mereka.
-
AC Milan dan Inter Milan mulai melirik duet bek tangguh milik Sassuolo tersebut.
-
Performa solid Idzes membawa Sassuolo bersaing di posisi sembilan klasemen sementara Serie A.
Suara.com - Langkah strategis manajemen Sassuolo dalam mendatangkan pemain baru musim ini kini mulai membuahkan hasil finansial yang sangat signifikan.
Klub berjuluk I Neroverdi tersebut berhasil mengamankan jasa Jay Idzes dan Tarik Muharemovic dengan total biaya sekitar 11 juta euro.
Jika dikonversikan ke mata uang rupiah, nilai pembelian kedua pemain bertahan tersebut menyentuh angka kurang lebih Rp215,5 miliar.
Keputusan Fabio Grosso untuk memercayakan lini pertahanan kepada mereka terbukti menjadi keputusan paling tepat bagi stabilitas tim.
Kini publik sepak bola Italia mulai menyoroti bagaimana tim promosi ini mampu menemukan talenta dengan harga yang relatif terjangkau.
Berdasarkan data terbaru dari laman Transfermarkt, harga pasar Jay Idzes saat ini sudah menyentuh angka 10 juta euro secara mandiri.
Rekannya di jantung pertahanan, Tarik Muharemovic, menunjukkan kenaikan yang lebih fantastis dengan nilai mencapai angka 14 juta euro.
Akumulasi harga keduanya kini berada di angka 24 juta euro, yang berarti meningkat dua kali lipat lebih dari modal awal.
Media ternama Italia bahkan memberikan estimasi yang jauh lebih tinggi terkait potensi nilai jual kedua pemain belakang andalan tersebut.
"Hanya dengan 11 juta euro, Sassuolo punya duet maut dengan prospek yang baik. Bahkan Tuttomercato menaksir nilai mereka mencapai 40 juta euro atau empat kali lipat lebih tinggi," tulis Sassuolo News.
Keberhasilan duet ini dalam menjaga kedalaman skuat membuat klub-klub besar di kasta tertinggi Liga Italia mulai mengambil ancang-ancang.
Bek Timnas Indonesia, Jay Idzes, santer dikabarkan sedang dipantau secara serius oleh manajemen AC Milan untuk memperkuat lini belakang mereka.
Di sisi lain, Tarik Muharemovic juga tidak luput dari radar pencari bakat klub rival sekota, yakni Inter Milan.
Kabar ketertarikan dua tim besar asal Milan tersebut semakin memanaskan spekulasi kepindahan mereka pada jendela transfer mendatang.
Sassuolo kini berada dalam posisi tawar yang sangat menguntungkan secara bisnis jika memang harus melepas aset berharga mereka itu.
Kehadiran mereka bukan sekadar urusan angka di atas kertas, melainkan dampak nyata pada performa tim di lapangan hijau.
Sebagai tim yang baru naik kasta, Sassuolo secara mengejutkan mampu bersaing ketat di papan tengah klasemen sementara Serie A 2025/2026.
Hingga saat ini, I Neroverdi bertengger di posisi kesembilan dengan koleksi 22 poin berkat pertahanan yang sulit ditembus lawan.
Kemampuan adaptasi yang cepat dari Idzes dan Muharemovic menjadi kunci utama kesuksesan skema permainan yang diterapkan oleh pelatih mereka.
"Dia menunjukkan hal hebat sebagai pemain dengan prospek besar," kata CEO Sassuolo, Giovanni Carnevali dikutip dari Sassuolo News.
Muharemovic sendiri merasa sangat terbantu dengan kehadiran Jay Idzes yang selalu memberikan dukungan moral dan teknis saat bertanding.
Baginya, kerja sama yang mereka jalin setiap hari di tempat latihan merupakan rahasia di balik kekokohan benteng pertahanan tim.
Ia menegaskan bahwa tugas utama mereka adalah menjalankan instruksi staf pelatih dengan penuh disiplin dan tanggung jawab di lapangan.
Pemain muda tersebut juga ingin membuktikan kepada para peragu bahwa kualitas mereka layak diperhitungkan di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Keyakinan tinggi terpancar dari pernyataan Muharemovic mengenai prospek cerah timnya dalam mengarungi kompetisi yang masih sangat panjang ini.
Meskipun baru memulai perjalanan di Serie A musim ini, performa mereka telah memberikan standar baru bagi bek-bek muda lainnya.
Fokus utama mereka tetap memberikan penampilan maksimal demi membawa Sassuolo merangkak lebih tinggi lagi di klasemen liga domestik.
Dengan performa yang terus menanjak, nilai investasi Sassuolo diprediksi akan terus meroket hingga akhir musim kompetisi nanti.
