- Pemain keturunan Danilson Soares Silva terkejut PSSI tidak memilih Giovanni van Bronckhorst sebagai pelatih Timnas Indonesia.
- Kandidat pelatih baru adalah sosok dari Kanada yang sukses membawa negaranya lolos kualifikasi Piala Dunia 2022.
- Danilson menilai Timnas Indonesia punya potensi besar namun sering baru agresif setelah kebobolan gol dari lawan.
Suara.com - Rumor mengenai siapa sosok pelatih baru Timnas Indonesia terus menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola, termasuk para pemain keturunan di luar negeri.
Salah satu pemain keturunan, Danilson Soares Silva, mengaku cukup terkejut saat mengetahui bahwa PSSI kemungkinan besar tidak merekrut Giovanni van Bronckhorst sebagai juru taktik anyar Skuad Garuda.
Danilson awalnya mengira sosok legenda Belanda itulah yang akan menukangi Indonesia, namun ternyata pilihan PSSI justru mengarah pada sosok lain.
Momen keterkejutan tersebut terekam jelas dalam percakapan Danilson dengan Yussa Nugraha di kanal YouTube pribadinya baru-baru ini.
Saat Yussa memberikan bocoran bahwa pelatih baru bukan berasal dari Belanda, Danilson langsung merespons dengan pertanyaan spontan yang menunjukkan ekspektasinya.
“Bukan Giovanni (van Bronckhorst)?” tanya Danilson dengan nada heran dalam tayangan tersebut.
![Ada Pemain Keturunan Indonesia di Cape Verde, Ibunya Lahir di Bandung [Tangkap layar X]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/15/13686-danilson-soares-silva.jpg)
Yussa kemudian menjelaskan bahwa kandidat kuat saat ini adalah pelatih asal Kanada yang memiliki rekam jejak membawa negaranya lolos ke Piala Dunia 2022.
Mendengar latar belakang mentereng dari calon pelatih tersebut, pemain yang kini merumput di Liga Gibraltar itu akhirnya memberikan respons yang positif.
“Oke, itu bagus, jadi dia punya pengalaman bagus,” kata Danilson mengomentari kualifikasi calon pelatih baru tersebut.
Baca Juga: Cerita Ole Romeny Merinding Lihat Militansi Suporter Indonesia Hingga Merasakan Getaran Hebat di GBK
Ia pun menaruh harapan besar agar pelatih baru tersebut bisa menularkan kesuksesan yang sama dan membawa Timnas Indonesia berprestasi di kancah internasional.
Selain membahas pelatih, Danilson juga memberikan analisis pribadinya terkait performa Timnas Indonesia yang ia amati melalui layar kaca.
Menurutnya, skuad Merah Putih sebenarnya memiliki kualitas pemain yang sangat melimpah dan mumpuni untuk bersaing dengan negara kuat Asia seperti Irak atau Iran.
Namun, ia menyoroti satu kebiasaan buruk tim yang seringkali baru "panas" dan bermain agresif setelah tertinggal lebih dulu dari lawan.
“Kamu sering lihat mereka ketinggalan 1-0 dulu baru mulai main, atau 10 menit terakhir baru menyerang daripada sejak awal,” ujarnya memberikan pandangan taktis.
Kendati demikian, pemain yang memiliki darah Bandung dari sang nenek ini sangat optimistis Indonesia bisa menembus Piala Dunia di masa depan, khususnya pada edisi 2030.