- Danilson Soares Silva, gelandang berdarah Bandung, secara terbuka menyatakan kesiapan membela Timnas Indonesia.
- Ia menolak kesempatan bermain di Piala Dunia 2026 bersama Cape Verde demi mewujudkan mimpinya berseragam Merah Putih.
- Pemain yang kini berkarir di Liga Gibraltar berharap PSSI melihat dan segera menghubunginya untuk kontribusi positif.
Suara.com - Pengorbanan luar biasa dan sinyal cinta yang sangat kuat datang dari Eropa. Danilson Soares Silva, seorang gelandang berdarah Bandung secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk membela Timnas Indonesia.
Bahkan, ia mengaku telah menolak kesempatan emas untuk tampil di Piala Dunia 2026 bersama Cape Verde demi menjaga mimpinya mengenakan seragam Merah Putih.
Danilson Soares Silva adalah talenta multikultural. Lahir di Belanda, ia memiliki darah Cape Verde dari sang ayah dan warisan Indonesia dari neneknya yang lahir di Bandung, Jawa Barat.
Dengan Cape Verde yang secara historis berhasil lolos ke Piala Dunia 2026, sebuah tawaran untuk bergabung dengan tim nasional mereka datang menghampiri.
Namun, Danilson membuat sebuah keputusan yang mengejutkan karena ia menolaknya. Alasannya sederhana, hatinya telah memilih Indonesia.
Kini pemain yang merumput di kasta tertinggi Liga Gibraltar bersama Bruno's Magpies itu mengirimkan pesan terbuka, berharap PSSI mendengar dan melihat keseriusannya.
“Saya berharap, PSSI mengontak saya di masa yang akan datang. Semua pertandingan saya disiarkan secara langsung, jadi PSSI bisa menyaksikan pertandingan saya di sana. Semoga PSSI mengikuti laga demi laga saya di sini,” kata Danilson Soares Silva dikutip dari channel YouTube Yussa Nugraha.
Gelandang berusia 23 tahun ini sangat yakin dengan kualitas yang ia miliki dan percaya bisa memberikan kontribusi signifikan bagi skuad Garuda.
“Saya sangat terbuka membela Timnas Indonesia. Dengan kualitas saya, saya pikir bisa memberikan kontribusi positif bagi Timnas Indonesia,” lanjutnya.
Baca Juga: Cerita Ole Romeny Merinding Lihat Militansi Suporter Indonesia Hingga Merasakan Getaran Hebat di GBK
Meskipun saat ini bermain di Liga Gibraltar, jejak karier Danilson ditempa di akademi-akademi ternama Belanda seperti SBV Excelsior dan Feyenoord Rotterdam.
Ia kemudian memulai petualangan profesionalnya di Yunani bersama Thesprotos FC, sebelum akhirnya pindah ke Liga Portugal untuk membela Olhanense, mantan klub Greg Nwokolo.
Setelah sempat berstatus tanpa klub, ia kini memulai babak baru bersama Bruno's Magpies.
Dengan pengorbanan besar yang telah ia lakukan dan hasrat yang begitu membara, kini semua mata tertuju pada PSSI.
Akankah federasi menjawab panggilan hati dari seorang talenta yang rela menolak panggung Piala Dunia demi sebuah mimpi membela tanah leluhurnya.