- Sunderland berhasil menahan imbang juara bertahan Manchester City 0-0 di Stadium of Light, memperkuat status "Raja Seri" mereka.
- Pertahanan disiplin Sunderland berhasil mematikan pergerakan Erling Haaland, membuat taktik City tidak efektif meski dominan penguasaan bola.
- Penampilan heroik kiper Robin Roefs, terutama penyelamatan krusial di akhir laga, memastikan Sunderland mengamankan satu poin penting tersebut.
Suara.com - Stadium of Light kembali membuktikan diri sebagai "neraka" bagi tim tamu, tak peduli sementereng apa pun status mereka.
Semalam, giliran juara bertahan Manchester City yang harus pulang dengan wajah masam setelah ditahan imbang 0-0.
Hasil ini seolah mengukuhkan status baru Sunderland sebagai "Raja Seri" Premier League musim ini.
Setelah sebelumnya berbagi angka dengan Leeds United dan Brighton, kini pasukan Pep Guardiola pun dipaksa ikhlas cuma bawa pulang satu poin.
Haaland "Dikantongin", Pep Geleng-Geleng
![Duel antara Sunderland vs Manchester City di Stadium of Light. [Dok Sunderland]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/02/18990-sunderland-vs-manchester-city.jpg)
Datang dengan skuad ratusan juta poundsterling, The Citizens diprediksi bakal pesta gol. Tapi realita di lapangan berkata lain.
Erling Haaland, monster gol yang biasanya menakutkan, malam ini dibuat mati kutu. Barisan pertahanan Sunderland tampil disiplin bak tentara, menutup setiap celah passing dari Kevin De Bruyne. Tidak ada ruang gerak, tidak ada karpet merah buat City.
Frustrasi terlihat jelas di wajah Pep Guardiola. Taktik tiki-taka andalannya macet total menghadapi tembok "beton" berlapis yang dibangun anak-anak The Black Cats. Statistik penguasaan bola City mungkin menang telak, tapi soal efektivitas? Sunderland juaranya.
Spesialis Satu Poin: Strategi atau Masalah?
![Duel antara Sunderland vs Manchester City di Stadium of Light. [Dok Sunderland]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/02/97003-sunderland-vs-manchester-city.jpg)
Fenomena "hobi seri" ini memang unik. Di satu sisi, suporter bangga karena timnya jadi susah dikalahkan (hard to beat).
Baca Juga: Manchester City Terpaut 4 Poin dari Arsenal, Pep Guardiola Dituntut Konsistensi
Mampu menahan imbang tim sekelas City, Brighton, dan Leeds berturut-turut adalah bukti mentalitas baja. Sunderland bukan lagi tim promosi yang numpang lewat.
Tapi di sisi lain, julukan "Raja Seri" ini jadi peringatan. Mengumpulkan satu poin demi satu poin memang membuat posisi aman di papan tengah, tapi itu juga berarti Sunderland mulai "lupa" caranya membunuh pertandingan untuk dapat tiga poin penuh.
Benteng Terakhir Bernama Robin Roefs
![Duel antara Sunderland vs Manchester City di Stadium of Light. [Dok Sunderland]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/01/02/57606-sunderland-vs-manchester-city.jpg)
Tentu saja, keberhasilan menahan imbang City tak lepas dari aksi heroik di bawah mistar. Kiper andalan Sunderland, Robin Roefs, kembali tampil kesetanan.
Penyelamatan gemilangnya di masa injury time saat menepis tendangan jarak jauh pemain City benar-benar bernilai emas. Kalau bola itu masuk, ceritanya bakal beda. Roefs memastikan gawang Sunderland tetap perawan dan satu poin diamankan di saku.