-
John Herdman resmi menjadi pelatih Timnas Indonesia menggantikan Patrick Kluivert selama dua tahun.
-
PSSI menerapkan target berjenjang dan sistem KPI tanpa memberikan tekanan hasil instan.
-
Ketua BTN Sumardji menekankan pentingnya proses adaptasi bagi pelatih baru demi keberhasilan tim.
Suara.com - Langkah strategis diambil PSSI dalam mengelola ekspektasi terhadap nakhoda baru skuat Garuda Timnas Indonesia yang baru saja diumumkan.
Sosok John Herdman kini resmi memegang kendali kepelatihan menggantikan posisi yang sebelumnya ditinggalkan oleh Patrick Kluivert.
Ketua Badan Tim Nasional Sumardji menegaskan bahwa pihaknya memilih untuk tidak memberikan tekanan berlebihan kepada pelatih tersebut.
Pendekatan ini diambil agar juru taktik berkebangsaan Inggris itu memiliki ruang yang cukup untuk melakukan penyesuaian diri.
PSSI memahami bahwa menyatukan visi dengan para pemain membutuhkan durasi waktu yang tidak sebentar bagi pelatih asing.
Kehadiran Herdman di kursi kepelatihan nasional merupakan hasil dari proses seleksi yang sangat mendalam dan kompetitif.
Berdasarkan laporan yang tersedia pelatih berpengalaman ini menyepakati kerja sama profesional selama periode dua tahun awal.
Terdapat opsi perpanjangan kontrak otomatis selama dua tahun tambahan jika performa tim menunjukkan grafik yang signifikan memuaskan.
Manajemen tim nasional memastikan bahwa pemilihan Herdman dilakukan melalui sesi wawancara ketat dengan menyisihkan berbagai kandidat lainnya.
Baca Juga: Komisi X DPR RI: John Herdman Harus Bawa Arah Baru dan Fondasi Kuat bagi Timnas Indonesia
Meskipun ekspektasi publik sangat besar PSSI tetap mengedepankan rasionalitas dalam menetapkan sasaran prestasi di setiap turnamen.
Setiap langkah yang diambil oleh tim kepelatihan akan dipantau melalui indikator kinerja utama atau Key Performance Indicator.
Penerapan KPI ini bertujuan agar arah pengembangan tim tetap selaras dengan visi besar federasi sepak bola Indonesia.
Sumardji menjelaskan bahwa setiap kompetisi tetap memiliki standar pencapaian yang harus diusahakan secara maksimal oleh seluruh ofisial.
“Sebenarnya semua ada KPI-nya. Dari situ kami tentu berpikir dan berharap agar KPI yang kami berikan dijalankan," kata Sumardji dilansir dari kanal YouTube Kompas TV.
PSSI menyadari bahwa memaksakan hasil instan seringkali berisiko merusak sistem yang sedang dibangun dari tahap awal.
“Kalau target tentu ada, tapi kan namanya membawa tim, tentu semua event ada targetnya," jelasnya.
Sumardji menambahkan bahwa membebani pelatih dengan target setinggi langit sejak hari pertama adalah tindakan yang kurang logis.
Membangun kekuatan sepak bola di level internasional memerlukan kesabaran ekstra serta dukungan penuh dari seluruh elemen terkait.
Keberlanjutan program latihan dan pembentukan karakter pemain menjadi fokus yang jauh lebih penting saat masa transisi ini.
Visi jangka panjang tetap menjadi acuan utama dalam menentukan apakah kerja sama ini akan berlanjut ke tahap berikutnya.
PSSI ingin memastikan bahwa setiap keringat yang mengucur di lapangan memiliki tujuan yang jelas untuk kemajuan bangsa.
“Kalau tidak ada target ya tidak ada semangat, tapi semua itu perlu waktu. Jangan seperti baru datang lalu langsung dikasih target tinggi, kan tidak bisa begitu,” pungkasnya.
Ungkapan tersebut mengisyaratkan bahwa semangat kompetitif harus tetap terjaga meski tanpa adanya tekanan yang menghimpit kebebasan melatih.
Publik kini menantikan bagaimana sentuhan dingin Herdman dalam meracik strategi terbaik untuk menghadapi tantangan sepak bola Asia mendatang.
Stabilitas dalam jajaran kepelatihan dipercaya akan membawa dampak positif terhadap mentalitas bertanding para pemain di lapangan hijau.
Herdman diharapkan mampu membawa ide-ide segar yang dapat mengangkat peringkat Indonesia di kancah peringkat dunia secara berkala.
Setiap evaluasi yang dilakukan nantinya akan didasarkan pada data objektif dan perkembangan teknis yang ditunjukkan oleh skuat.
PSSI berkomitmen untuk terus memberikan dukungan infrastruktur dan fasilitas yang dibutuhkan guna menunjang kinerja maksimal pelatih baru tersebut.
Sinergi antara manajemen dan tim teknis menjadi kunci utama dalam mewujudkan impian melihat Garuda terbang lebih tinggi lagi.
Masa depan sepak bola Indonesia kini berada di bawah arahan strategi pelatih yang pernah sukses di level internasional tersebut.
Meskipun tanpa target muluk yang prematur komitmen untuk memberikan yang terbaik tetap menjadi janji utama kepada pendukung.
Langkah berjenjang ini diharapkan mampu melahirkan tim nasional yang solid dan disegani oleh lawan-lawan di kawasan regional.
Dukungan penuh dari suporter diharapkan menjadi suntikan moral bagi John Herdman dalam memulai petualangan barunya di tanah air.
Semua mata kini tertuju pada laga perdana yang akan menjadi ujian awal bagi efektivitas taktik sang pelatih anyar.