- Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menyambut penunjukan John Herdman di Jakarta, Senin (5/1/2026).
- DPR berharap pelatih Inggris tersebut membawa arah baru profesionalisme dan peningkatan mutu fundamental pemain.
- Lalu menekankan pentingnya pembinaan jangka panjang, seleksi transparan, serta kolaborasi dengan ekosistem sepak bola lokal.
Suara.com - Penunjukan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia mendapatkan respons dari jajaran pimpinan Komisi X DPR RI.
Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, berharap kehadiran pelatih berkebangsaan Inggris tersebut mampu membawa perubahan signifikan dan arah baru bagi masa depan sepak bola Tanah Air.
Lalu menilai langkah PSSI ini sebagai upaya untuk meningkatkan level profesionalisme di tubuh Timnas.
Ia berharap pengalaman internasional yang dimiliki pelatih baru tersebut dapat dikonversi menjadi prestasi yang nyata bagi Indonesia.
“Keputusan PSSI menunjuk John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia, kita harapkan membawa arah baru yang lebih profesional dan terukur dalam prestasi sepak bola,” kata Lalu kepada wartawan di Jakarta, Senin (5/1/2026).
Politisi dari Fraksi PKB ini memberikan penekanan khusus pada aspek fundamental pemain.
Menurutnya, tugas pelatih bukan hanya soal strategi di lapangan, melainkan juga menyentuh aspek kedisiplinan dan mentalitas para penggawa Garuda.
“Kita berharap ia mampu meningkatkan kualitas permainan, kedisiplinan taktik, serta mental bertanding para pemain di setiap level pertandingan,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Lalu juga menyoroti pentingnya keberlanjutan tim melalui pembinaan pemain muda dan sistem seleksi yang transparan.
Baca Juga: Wawancara John Herdman: Saya Wajib Belajar Budaya Indonesia untuk Koneksi
Ia mendorong adanya kolaborasi yang erat antara pelatih Timnas dengan ekosistem sepak bola lokal, termasuk pencarian bakat yang lebih luas hingga ke pelosok negeri.
“Pembinaan jangka panjang, pemilihan pemain yang objektif baik terhadap pemain lokal maupun pemain di klub-klub luar negeri, kerja sama yang baik dengan klub lokal, termasuk pencarian bakat ke daerah-daerah, harus dilakukan agar Timnas makin kompetitif,” ungkapnya.
Di sisi lain, ia juga mengimbau masyarakat dan para pendukung Timnas Indonesia untuk memberikan ruang bagi pelatih baru dalam berproses.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan yang berkelanjutan tidak bisa diraih secara mendadak, melainkan melalui pembangunan sistem yang kokoh.
“Pada akhirnya, kita tetap berharap kehadiran pelatih baru ini tidak hanya berfokus pada hasil instan, tetapi juga membangun fondasi kuat bagi prestasi sepak bola Indonesia di masa depan,” pungkasnya.