- Pertandingan Liga 4 Jatim antara Putra Jaya dan Perseta di Stadion Gelora Bangkalan pada 5 Januari 2026 berujung insiden kekerasan.
- Pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi, mendapat kartu merah karena menendang dada pemain Perseta, Firman Nugraha, secara sengaja.
- Setelah insiden, Firman sempat mendapat perawatan intensif sebelum dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk penanganan lebih lanjut.
Suara.com - Pertandingan Liga 4 Jawa Timur antara Putra Jaya Kabupaten Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung diwarnai insiden horor.
Pertandingan yang berlangsung di Stadion Gelora Bangkalan, Senin (5/1/2026) pukul 13.00 WIB tersebut merupakan bagian dari Grup CC putaran 32 besar Liga 4 PSSI Jawa Timur.
Insiden terjadi horor terjadi ketika pemain Perseta, Firman Nugraha, berusaha merebut bola.
Namun secara tiba-tiba ia mendapat tendangan keras dan disengaja dari pemain Putra Jaya, Muhammad Hilmi. Tendangan tersebut mengenai tepat di bagian dada Firman.
Dari tayangan siaran langsung di kanal YouTube PSSI Jawa Timur, terlihat Firman langsung terjatuh dan tidak mampu bangkit.
![Brutal! Muhammad Hilmi Tendang Dada Lawan dengan Sengaja, PS Putra Jaya: Gak Apa-apa, Tetap Bangga [Tangkap layar Instagram]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/01/05/22856-ps-putrajaya.jpg)
Wasit yang berada dekat dengan lokasi kejadian tanpa ragu langsung mengeluarkan kartu merah kepada Muhammad Hilmi, pemain bernomor punggung 23 Putra Jaya Pasuruan.
Ketegangan sempat terjadi di lapangan. Sejumlah pemain Perseta yang tidak terima dengan insiden tersebut mencoba mengejar Hilmi.
Namun rekan setim dan ofisial Putra Jaya segera mengamankan sang pemain dan mengarahkannya keluar lapangan guna mencegah bentrokan fisik.
Sementara itu, tim medis yang siaga di pinggir lapangan langsung memberikan pertolongan kepada Firman Nugraha.
Baca Juga: Profil Pemilik Putra Jaya Pasuruan, Klub yang Viral Pemain Tendang Dada Lawan
Pemeriksaan medis berlangsung cukup lama di tengah lapangan sebelum akhirnya Firman ditandu keluar dan dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan lanjutan.
Insiden horor ini membuat geram netizen. Namun sayangnya klub Putra Jaya malah mengeluarkan statment yang memperkeruh kondisi.
Lewat postingan di akun instastory, yang kemudian dihapus, pihak klub malah terkesan tak peduli dengan insiden horor tersebut.
"gpp diserang netizen, tetap bangga dengan putra jaya, karena gak semua club desa bisa masuk liga 4," tulisakun @ps.putrajaya usai pertandingan.
Postingan itu saat artikel ini dimuat telah dihapus namun sejumlah akun sepak bola unggah ulang postingan kontroversial tersebut.
Pada postingan terbaru, pihak klub unggah foto disertai dengan caption, "sudah minta maaf secara personal atas kejadian di lapangan,"