- Lamine Yamal dari Barcelona dinobatkan sebagai pemain termahal dunia dengan valuasi 343 juta euro oleh CIES.
- Pemain muda Barcelona tersebut melampaui Erling Haaland (255 juta euro) dan Kylian Mbappe (201 juta euro) dalam valuasi pasar.
- Peringkat ini menunjukkan bahwa potensi usia muda kini lebih dihargai daripada seniornya dalam bursa transfer.
Suara.com - Bukan lagi Erling Haaland atau Kylian Mbappe, takhta pemain paling berharga di planet ini kini secara resmi direbut oleh bocah ajaib Barcelona, Lamine Yamal.
Dalam laporan terbarunya, lembaga riset sepak bola ternama, CIES Football Observatory menempatkan Lamine Yamal di posisi nomor satu dengan estimasi nilai pasar yang sungguh mencengangkan mencapai 343 juta euro.
Pencapaian ini terasa semakin fenomenal jika melihat usianya yang baru menginjak 18 tahun.
Ia tidak hanya menjadi yang termahal, tetapi juga meninggalkan jauh para seniornya yang selama ini dianggap sebagai raja bursa transfer.
Dua predator paling menakutkan di dunia pun harus rela berada di bawahnya yakni Erling Haaland dan Kylian Mbappe.
Erling Haaland yang berkarier Manchester City menempati peringkat kedua dengan nilai 255 juta euro.
Sementara Kylian Mbappe berada di urutan ketiga dengan valuasi 201 juta euro.
Selisih nilai yang begitu jomplang ini menjadi penegas adanya sebuah paradigma baru, di mana potensi jangka panjang dan usia muda kini dihargai jauh lebih tinggi.
Dominasi generasi emas baru semakin terlihat di peringkat selanjutnya. Jude Bellingham yang sebelumnya sempat menduduki takhta CIES, kini turun ke posisi keempat dengan nilai 153 juta euro.
Baca Juga: Barcelona Pesta 5 Gol dan Lolos ke Piala Super Spanyol, Hansi Flick Ogah Puas Diri
Ia diikuti oleh talenta-talenta muda lainnya seperti Michael Olise (137 juta euro) dan Florian Wirtz (136 juta euro).
Daftar 10 besar juga diisi oleh nama-nama muda potensial lainnya seperti Desire Doue dan Joao Neves (PSG), Arda Guler (Real Madrid), serta rekan setim Yamal di Barcelona, Pedri Gonzalez.
Di tengah meroketnya para bintang muda ini, sebuah kejutan besar terjadi dengan terlemparnya nama Vinicius Junior dari jajaran 30 besar, sebuah tanda nyata bahwa regenerasi di puncak piramida sepak bola dunia sedang terjadi dengan sangat cepat.