- Pertandingan Persib versus Persija pekan ke-17 BRI Super League dipimpin wasit elite AFC asal Korea Selatan, Ko Hyung-jin.
- Ko Hyung-jin, wasit berlisensi FIFA sejak 2009, sempat menuai kontroversi pada final Piala FA China Desember 2025.
- Kekalahan Henan FC 0-3 dipicu oleh keputusan Ko yang dianggap merugikan, meski ada pujian atas ketegasannya.
Suara.com - Pertandingan Persib vs Persija pada pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Minggu (11/1) akan dipimpin wasit asing.
Laga sarat gengsi tersebut dikabarkan akan dipimpin wasit elite milik Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC), Ko Hyung-jin, asal Korea Selatan.
Penunjukan Ko Hyung-jin sebagai pengadil lapangan menjadi perhatian tersendiri. Wasit berusia 43 tahun itu bukan sosok sembarangan.
Ia telah mengantongi lisensi FIFA sejak 2009, menandakan reputasinya di level internasional sudah teruji.
Sejumlah ajang bergengsi pernah berada di bawah kepemimpinannya, mulai dari Piala Asia 2019 dan 2023, kualifikasi Piala Dunia, hingga Liga Champions Asia Elite.
Namun, wasit asal Korsel ini ternyata satu bulan yang lalu sempat tersandung nasalah di China.
![Statistik Persib vs Persija [Suara.com]](https://media.suara.com/pictures/original/2026/01/08/90394-statistik-persib-vs-persija.jpg)
Dilansir dari Sportschosun, Ko Hyung-jin sempat jadi pengadil di pertandingan final Piala FA China antara Henan FC vs Beijing Guoan pada 6 Desember 2025.
Henan FC di laga final itu harus menanggung malu usai kalah telak 0-3 dari Beijing Guoan. Pasca kekalahan itu wasit Ko jadi kambing hitam.
Media China, Tencent, melaporkan bahwa sejumlah keputusan Ko Hyung-jin memicu kemarahan pihak Henan.
Baca Juga: Jelang Persib vs Persija Esok Hari, Bojan Hodak Bagikan Kabar Buruk
Salah satu momen paling disorot adalah gestur pemain asing Henan, Nassario, yang terlihat memberikan tepuk tangan bernada sarkastik ke arah wasit sebelum meninggalkan lapangan.
Tencent bahkan menuliskan bahwa Nassario meninggalkan lapangan dengan mata berkaca-kaca, sembari menyindir wasit.
Disebutkan pula, pemain tersebut berpotensi melakukan tindakan yang lebih ekstrem jika tidak segera ditenangkan rekan setimnya.
Henan menilai kepemimpinan wasit terlalu longgar pada babak pertama, di mana sejumlah pelanggaran keras dari kedua tim dinilai tidak mendapatkan hukuman yang setimpal.
Media tersebut juga menyoroti fakta bahwa Ko Hyung-jin sudah enam kali memimpin laga Beijing Guoan, dengan catatan empat kemenangan dan dua hasil imbang bagi klub ibu kota itu.
Namun, sejumlah netizen China justru memuji gaya kepimpinan wasit Ko yang dianggap tegas dan adil.
“Semua gol itu valid. Tidak ada yang aneh,” tulis salah satu komentar.