- Masa depan kapten Manchester United, Bruno Fernandes, diragukan karena ia disebut lelah dengan kekacauan internal klub.
- Rekan setim Bruno khawatir ia akan mencari klub baru setelah berpartisipasi dalam Piala Dunia 2026 mendatang.
- Bruno sebelumnya merasa kecewa karena manajemen United tampak terbuka menerima tawaran 100 juta poundsterling dari Al-Hilal.
Suara.com - Situasi internal Manchester United kembali menjadi sorotan. Kali ini, masa depan sang kapten, Bruno Fernandes, disebut-sebut berada di ujung tanduk.
Sejumlah pemain Setan Merah dikabarkan khawatir gelandang asal Portugal itu sudah kelelahan dengan kekacauan yang terus terjadi di Old Trafford dan berpotensi hengkang pada bursa transfer musim panas 2026.
Menurut laporan media Inggris, rekan-rekan setim Bruno menilai pemain berusia 31 tahun itu telah cukup menghadapi ketidakstabilan klub, baik di dalam maupun luar lapangan.
Mereka percaya Bruno akan mencari awal baru setelah tampil di Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Pada November lalu, Bruno Fernandes secara terbuka mengakui bahwa mantan pelatih Ruben Amorim sempat membujuknya untuk bertahan, setelah klub Arab Saudi Al-Hilal mengajukan tawaran fantastis senilai 100 juta poundsterling.
![Bruno Fernandes (kanan) berpotensi cedera panjang. Statistik membuktikan Manchester United hancur lebur tanpa sang kapten. [Dok. IG Bruno Fernandes]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/22/81445-bruno-fernandes.jpg)
Saat itu, Bruno juga mengungkapkan perasaannya yang terluka dan sedih karena merasa manajemen Manchester United terbuka untuk melepasnya.
“Dari klub, saya merasa seperti, ‘kalau kamu pergi, itu bukan masalah besar bagi kami’. Itu cukup menyakitkan,” ujar Bruno kala itu.
Ia juga menyebut manajemen tidak cukup berani mengambil keputusan yang sejalan dengan keinginan pelatih.
Meski sempat menegaskan tidak akan memikirkan masa depannya hingga Piala Dunia usai, sejumlah pemain United menilai keputusan Bruno sebenarnya sudah hampir bulat.
Baca Juga: Legenda Manchester United Kagumi Karakter Rendah Hati Declan Rice, Punya Mental Baja
Seorang sumber internal menyebutkan bahwa banyak pemain memahami jika sang kapten memilih pergi.
“Sebagian skuad merasa Bruno sudah cukup lelah, dan jujur saja mereka tidak menyalahkannya,” ujar sumber tersebut seperti dilansir dari The Sun.
“Dia selalu memberikan 100 persen dan menjadi pemain terbaik klub sejak bergabung. Dia merasa dikecewakan oleh model kepemilikan baru, dan kepergian Amorim semakin memperburuk situasi.”
Bruno Fernandes dikenal sebagai sosok perfeksionis dan pecinta sepak bola sejati, sehingga dinilai kecil kemungkinan menerima tawaran besar dari Arab Saudi.
Namun, keinginannya untuk mencari proyek yang lebih stabil dan kompetitif disebut semakin menguat.
Sejak bergabung dari Sporting CP pada 2020 dengan nilai transfer 46,6 juta poundsterling, Bruno menjadi jantung permainan Manchester United.