-
Bentrokan suporter Persija dan Persib pecah di Sawangan Depok dipicu oleh ledakan petasan.
-
Polisi berhasil membubarkan aksi saling lempar batu dan kembang api di pemukiman warga.
-
Situasi di Bojongsari kini kondusif dengan penjagaan ketat aparat gabungan Polri dan TNI.
Suara.com - Wilayah Sawangan di Kota Depok mendadak mencekam akibat perselisihan antara dua kelompok pendukung sepak bola besar.
Massa yang terafiliasi dengan Persija Jakarta dan Persib Bandung terlibat gesekan fisik pada Minggu sore.
Peristiwa ini terekam dalam video amatir yang kemudian menyebar luas di berbagai platform media sosial.
Tayangan tersebut memperlihatkan puluhan pemuda mendatangi sebuah hunian pribadi sambil melontarkan teriakan bernada provokatif.
Polres Metro Depok segera turun tangan untuk memverifikasi serta menangani gangguan keamanan yang terjadi di lokasi.
Aksi saling serang ini dilaporkan bertepatan dengan berlangsungnya laga klasik antara Persib kontra Persija.
Kasi Humas Polres Metro Depok, AKP Made Budi, mengonfirmasi waktu kejadian kekerasan antarkelompok suporter tersebut.
"Hari Minggu tanggal 11 Januari 2026 pukul 17.00 WIB telah terjadi keributan antara suporter Persija dengan pendukung Persib di wilayah hukum Polsek Bojongsari," kata Made Budi kepada wartawan.
Kejadian bermula ketika komunitas The Jak Sawangan mengadakan acara nonton bareng di sebuah kafe lokal.
Baca Juga: Rizky Ridho Siap Balas Dendam ke Persib Bandung: Kami Tunggu di Jakarta
Sekitar 50 orang berkumpul di Cafe Teras Singgah untuk menyaksikan tim kebanggaan mereka berlaga di Bandung.
Ketegangan mulai memuncak saat tim Persib Bandung berhasil mencetak gol dan unggul sementara dengan skor satu kosong.
Suara ledakan petasan tiba-tiba terdengar di sekitar area nonton bareng yang memicu reaksi keras dari massa.
Para pendukung yang sedang menonton segera mencari asal suara yang dianggap sebagai bentuk ejekan atau provokasi.
Penyisiran tersebut membawa mereka ke sebuah rumah yang diduga dihuni oleh pendukung tim lawan dari Bandung.
Awalnya kericuhan sempat diredam oleh intervensi cepat dari Ketua RW serta petugas Binmas di lapangan.