- Penunjukan Jordi Cruyff sebagai Direktur Teknik Ajax Amsterdam memicu kritik pedas dari pengamat di Belanda.
- Kritikus utama, Arno Vermeulen dan Rafael van der Vaart, menilai penunjukan ini karena nama besar keluarga Cruyff.
- Ajax mengizinkan Cruyff merangkap jabatan sebagai penasihat teknis PSSI, namun statusnya di Indonesia belum jelas.
Suara.com - Keputusan Ajax Amsterdam untuk menunjuk penasihat teknis PSSI, Jordi Cruyff sebagai Direktur Teknik baru mereka ternyata tidak disambut dengan tangan terbuka di Belanda.
Sebaliknya langkah ini justru memicu kritik pedas dari para pengamat yang menilai penunjukan tersebut lebih didasari oleh nama besar keluarganya, bukan karena rekam jejaknya.
Kritik paling tajam datang dari jurnalis Arno Vermeulen. Ia tanpa ragu menyebut bahwa Jordi tidak akan pernah dilirik oleh Ajax jika ia tidak menyandang nama legendaris Cruyff di belakangnya.
"Jika namanya bukan Cruyff, dia tidak akan menjadi direktur teknik baru Ajax," kata Vermeulen dengan tegas di Voetbal Primeur.
"Berdasarkan rekam jejaknya, dia tidak akan pernah masuk dalam daftar lima nama," tambahnya.
Pandangan sinis ini ternyata diamini oleh legenda Timnas Belanda dan mantan pemain Ajax sendiri, Rafael van der Vaart.
Menurutnya nama besar sang ayah, Johan Cruyff telah memberikan keistimewaan tersendiri bagi Jordi.
"Untuk kali ini, saya setuju dengan Arno. Jika dia memiliki nama belakang yang berbeda, keadaannya akan berbeda."
Van der Vaart meyakini, dengan nama belakang yang berbeda, Jordi akan menerima lebih banyak kritik. Kini publik seolah hanya bisa berharap ia mewarisi kejeniusan sang ayah.
Baca Juga: Batal Konferensi Pers, PSSI: John Herdman Tak Enak Badan
"Akan ada lebih banyak kritik terhadapnya. Sekarang kita berharap dia memiliki pemikiran yang sama dengan ayahnya. Dia lebih lama diterima karena namanya Cruyff daripada jika dia memiliki nama belakang yang berbeda. Begitulah dunia bekerja, bukan?" kata mantan pemain Real Madrid itu.
Di tengah badai kritik di Belanda, muncul pula pertanyaan mengenai nasibnya di Indonesia.
Ajax dilaporkan tetap akan mengizinkan Cruyff untuk merangkap jabatan sebagai penasihat teknis PSSI, dengan harapan bisa menjadi jembatan kerja sama.
Namun hingga saat ini, PSSI sendiri belum memberikan pernyataan resmi mengenai kelanjutan status Jordi Cruyff di struktur tim nasional, menambah panjang daftar ketidakpastian yang kini menyelimuti masa depannya di dua negara.