- Kylian Mbappe diduga membangkang perintah Xabi Alonso saat seremoni final Piala Super Spanyol di Arab Saudi.
- Manajemen Real Madrid resmi memecat Xabi Alonso sehari setelah kekalahan final dan menunjuk Alvaro Arbeloa.
- Insiden penolakan Mbappe menjadi sorotan karena dianggap indikasi runtuhnya otoritas Alonso sebelum pemecatan.
Skuat Real Madrid pun meninggalkan area seremoni lebih awal, memilih tidak menyaksikan rival abadinya mengangkat trofi.
Insiden ini menambah daftar panjang tantangan yang dihadapi Alonso selama masa jabatannya.
Sebelumnya, ia juga dikabarkan mengalami ketegangan dengan beberapa pemain kunci, termasuk Vinicius Junior, yang menurut laporan media Spanyol sempat menyampaikan kepada Presiden Florentino Perez bahwa ia enggan memperpanjang kontrak jika Alonso tetap menjadi pelatih.
Meski demikian, setelah pemecatan Alonso diumumkan, Mbappe tetap menyampaikan pesan perpisahan yang bernada hormat.
“Waktunya memang singkat, tapi merupakan sebuah kehormatan bisa bermain dan belajar dari Anda,” tulis Mbappe.
“Terima kasih karena telah memberi saya kepercayaan sejak hari pertama. Saya akan selalu mengingat Anda sebagai pelatih dengan ide-ide yang jelas dan pemahaman besar tentang sepak bola. Semoga sukses untuk babak berikutnya.”
Kontributor: M. Faqih