- FC Bayern Munich meraih kemenangan telak 8-1 atas VfL Wolfsburg di Allianz Arena, memperkuat posisi juara Bundesliga awal 2026.
- Dominasi Bayern kini unggul 11 poin dari Dortmund; hasil ini mengingatkan akan risiko euforia dini seperti era Guardiola 2013/2014.
- Pelatih Vincent Kompany menunjukkan sikap tenang dan menolak euforia berlebihan meski timnya menunjukkan intensitas tinggi dan mentalitas juara.
Suara.com - Kemenangan telak 8-1 atas VfL Wolfsburg menjadi pernyataan kekuatan FC Bayern Munich di awal tahun 2026.
Dominasi tersebut kian menegaskan status Bayern sebagai kandidat kuat juara Bundesliga musim ini.
Namun di balik euforia kemenangan besar, muncul peringatan penting untuk pelatih Vincent Kompany agar tidak mengulangi kesalahan yang pernah dialami Pep Guardiola.
Dilansir dari Merkur.de, dalam laga yang digelar di Allianz Arena, Bayern tampil nyaris tanpa cela.
Hasil tersebut membuat Die Roten kini unggul 11 poin dari Borussia Dortmund setelah 16 pertandingan, dengan raihan poin bahkan lebih baik dibandingkan musim legendaris 2013/2014, ketika Bayern memastikan gelar juara paling cepat dalam sejarah Bundesliga.
Situasi ini memunculkan déjà vu. Pada musim 2013/2014, Bayern di bawah asuhan Pep Guardiola mengunci gelar juara pada pekan ke-27.
Namun dominasi terlalu dini justru berdampak pada menurunnya tensi dan fokus tim, sehingga musim tersebut hanya berakhir dengan satu trofi Bundesliga.
Berbeda dengan Guardiola saat itu, Kompany dinilai memiliki pendekatan yang lebih membumi. Usai kemenangan besar atas Wolfsburg, pelatih asal Belgia itu memilih bersikap tenang dan reflektif, alih-alih larut dalam pesta gol.
Ketika dibandingkan dengan era duet legendaris Arjen Robben–Franck Ribery, Kompany menegaskan bahwa penilaian semacam itu masih terlalu dini.
Baca Juga: Antoine Semenyo Langsung On Fire, Guardiola Dapat Potongan Puzzle yang Hilang
Ia juga menolak anggapan bahwa Bundesliga sudah kehilangan daya saing.
Sikap tersebut menjadi sinyal penting. Bayern saat ini bukan hanya menang, tetapi menang dengan intensitas dan lapar prestasi yang tinggi.
Seluruh pemain tampak terus menyala, terutama lini serang yang dinilai sudah berada di level Eropa.
Mentalitas terus melaju yang ditanamkan Kompany membuat Bayern seolah tidak mengenal mode santai.
Jika konsistensi ini terjaga, bukan tidak mungkin Bayern kembali mengunci gelar pada bulan Maret, bahkan lebih cepat dari musim Guardiola.
Menariknya, potensi penentuan gelar itu bisa kembali terjadi di Berlin, kali ini melawan Union Berlin, bukan Hertha.