-
John Herdman berkomitmen penuh melibatkan pelatih lokal dalam struktur staf kepelatihan Timnas Indonesia.
-
Seleksi asisten pelatih lokal dijadwalkan selesai dalam waktu tiga minggu ke depan secara resmi.
-
Pemberdayaan tenaga lokal bertujuan menciptakan warisan ilmu kepelatihan yang berkelanjutan bagi masa depan Indonesia.
Suara.com - Era baru kepemimpinan John Herdman di Timnas Indonesia membawa angin segar bagi para praktisi sepak bola lokal (Local Pride).
Juru taktik asal Inggris tersebut secara tegas menyatakan keinginan besarnya untuk merangkul talenta pelatih lokal.
Keputusan ini diambil karena Herdman memandang asisten dalam negeri sebagai fondasi vital bagi kemajuan Skuad Garuda.
Langkah strategis ini bukan hanya bersifat formalitas belaka melainkan bagian dari cetak biru jangka panjang.
Visi besar tersebut bertujuan untuk menciptakan sinergi yang kuat antara standar internasional dan kearifan sepak bola lokal.
Hingga saat ini manajemen tim nasional masih bekerja keras menyusun komposisi staf yang paling ideal.
Herdman memberikan kepastian bahwa pintu bagi pelatih nasional masih terbuka lebar untuk berkontribusi secara nyata.
Tahapan seleksi untuk mengisi posisi asisten pelatih lokal diprediksi akan menemui titik terang dalam waktu dekat.
Mantan pelatih Kanada tersebut memperkirakan seluruh proses administratif dan teknis ini tuntas dalam tiga minggu.
Baca Juga: Timnas Indonesia vs Bulgaria: Ole Romeny Bakal Lawan Rekan Setimnya
Kepastian mengenai siapa saja yang akan mendampingi Herdman menjadi hal yang sangat dinantikan oleh publik sepak bola.
Sejauh ini baru satu nama yang secara sah diperkenalkan kepada publik oleh federasi sebagai tim ahli.
Cesar Meylan telah dipercaya untuk memegang kendali atas performa fisik para pemain Timnas Indonesia ke depan.
Data menunjukkan bahwa Meylan memiliki rekam jejak yang solid dalam meningkatkan kebugaran atlet di level tertinggi.
Mengenai tambahan nama baru dalam staf pelatih Herdman masih memilih untuk menyimpan informasi tersebut rapat-rapat.
"Kami akan melakukan beberapa penunjukan di sana. Saya belum bisa banyak bicara saat ini. Tetapi proses itu sedang berlangsung," kata John Herdman di Hotel Mulia, Senayan, Jakarta.
Target Herdman tidak terbatas pada kursi asisten pelatih saja namun mencakup berbagai sektor pendukung tim.
Ia berencana merekrut banyak tenaga ahli dari Indonesia untuk mengisi departemen analisis data pertandingan yang mendalam.
Ilmuwan olahraga atau sports science dari dalam negeri juga akan mendapatkan tempat khusus dalam struktur kepelatihan tersebut.
Fokus utama dari rencana ini adalah menciptakan ekosistem kerja yang solid dengan mengandalkan sumber daya manusia terbaik.
"Staf lokal, para analis, beberapa ahli ilmu olahraga, dan sebagainya, kami akan berkomitmen."
Inspirasi mengenai pemberdayaan tenaga kerja lokal ini lahir dari kesuksesan Herdman saat menangani tim nasional Kanada.
Saat itu ia bersama Cesar Meylan membuktikan bahwa kolaborasi dengan orang lokal mampu menghasilkan prestasi yang membanggakan.
Pemberian pengalaman internasional kepada pelatih lokal dianggap sebagai investasi yang tak ternilai harganya bagi sebuah negara berkembang.
Prinsip tersebut kini coba diimplementasikan secara maksimal di tanah air demi menciptakan perubahan yang signifikan dan berkelanjutan.
"Selama saya di Kanada bersama Meyland, tujuan kami adalah mewariskan warisan, untuk memastikan bahwa kami, sebisa mungkin, menggunakan sebanyak mungkin orang (pelatih) lokal untuk memberi pengalaman mereka. Karena itu penting," tutur Herdman.
Herdman meyakini bahwa kesuksesan sejati seorang pelatih asing diukur dari apa yang ia tinggalkan nantinya.
Peningkatan kapasitas pelatih lokal menjadi indikator keberhasilan yang jauh lebih penting daripada sekadar trofi di lemari.
Dengan kualitas pelatih domestik yang mumpuni sepak bola Indonesia akan tetap kuat meski pergantian kepemimpinan terjadi.
Obsesi Herdman adalah melihat para pelatih lokal mampu menyerap ilmu kepelatihan modern dari pengalamannya selama bertahun-tahun di dunia.
"Itulah warisannya. Ketika Anda meninggalkan negara ini, semoga tidak terlalu cepat, mungkin saya bisa tinggal di sini selamanya, siapa tahu, tetapi Anda harus meninggalkan warisan berupa orang-orang. Dan itulah, orang-orang (pelatih) lokal itu penting," pungkasnya.