- Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, memantau langsung BRI Super League 2025/2026 untuk membangun kekuatan skuad Garuda.
- Safari Herdman dimulai dengan menyaksikan laga Persija vs Madura United di SUGBK pada Jumat, 23 Januari 2026.
- Ia memberi perhatian khusus pada potensi pemain muda seperti Hokky Caraka dan Dony Tri Pamungkas di liga tersebut.
Suara.com - Pelatih anyar Timnas Indonesia, John Herdman, mulai menunjukkan keseriusannya membangun kekuatan Skuad Garuda dengan turun langsung memantau BRI Super League 2025/2026.
Pelatih asal Inggris itu diketahui hadir langsung di stadion untuk menyaksikan pertandingan di kompetisi BRI Super League.
Safari Herdman diawali dengan menonton laga Persija Jakarta vs Madura United di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jumat (23/1/2026).
Sehari berselang, ia melanjutkan agenda pemantauan ke Indomilk Arena, Tangerang, saat Persita Tangerang menghadapi Bhayangkara FC.
Usai pertandingan, Herdman tak mau terburu-buru membocorkan penilaiannya tentang kualitas kompetisi secara keseluruhan.

Eks pelatih Kanada itu menegaskan masih membutuhkan waktu dan data tambahan sebelum menarik kesimpulan mengenai level BRI Super League.
“Saya pikir saya perlu menyaksikan beberapa laga lain sebelum memberikan opini mengenai liga,” ujar Herdman kepada awak media.
Menariknya, John Herdman mengaku memberikan perhatian khusus kepada pemain muda yang dinilai memiliki potensi besar untuk masa depan Timnas Indonesia.
Dua nama yang secara khusus ia singgung adalah Hokky Caraka dan Dony Tri Pamungkas.
Baca Juga: Bojan Ungkap Alasan Persib Tak Rekrut Banyak Pemain Baru, Layvin Kurzawa Batal Gabung?
“Saya ingin melihat pemain-pemain muda seperti Hokky, Dony, dan pemain sejenis itu. Saya ingin melihat bagaimana masa depan mereka nantinya,” kata Herdman.
Meski demikian, ia memastikan tetap mengamati peran para pemain senior untuk menilai sejauh mana kontribusi mereka masih bisa diandalkan di level internasional.
Herdman juga meyakini bahwa kehadiran pelatih tim nasional di stadion akan berdampak langsung terhadap mental dan intensitas para pemain.
“Saya ingin berpikir bahwa ketika pelatih Timnas Indonesia ada di stadion, akan ada perbedaan level fokus dan intensitas dari para pemain,” tutupnya.
Kontributor: M.Faqih