- Presiden FIFA Gianni Infantino dikritik FSA karena melontarkan lelucon tentang fans Inggris saat di Davos, Swiss, Januari 2026.
- Infantino menganggap spesial tidak adanya suporter Inggris ditangkap di Piala Dunia Qatar 2022, ditanggapi FSA.
- FSA mendesak Infantino fokus pada harga tiket Piala Dunia 2026 yang sangat mahal, bukan membuat candaan.
Suara.com - Presiden FIFA Gianni Infantino menuai kritik tajam dari Football Supporters’ Association (FSA) setelah melontarkan lelucon yang dinilai tidak pantas terkait fans Inggris.
FSA menilai Infantino seharusnya lebih fokus pada harga tiket Piala Dunia 2026 yang mahal, ketimbang membuat candaan yang dianggap merendahkan suporter.
Pernyataan kontroversial itu disampaikan Infantino saat berbicara di World Economic Forum di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).
Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut sebagai hal sangat spesial bahwa tidak ada warga negara Inggris yang ditangkap selama Piala Dunia 2022 di Qatar.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, tidak ada satu pun orang Inggris yang ditangkap di Piala Dunia. Bayangkan! Ini sesuatu yang benar-benar spesial,” ujar Infantino dilansir dari BBC.
Menanggapi pernyataan tersebut, FSA langsung memberikan respons keras. Mereka menilai komentar Infantino sebagai lelucon murahan yang tidak sensitif terhadap fans.
“Daripada membuat lelucon murahan tentang suporter kami, lebih baik Mr Infantino berkonsentrasi membuat tiket yang murah,” tulis FSA dalam pernyataan resminya.
Sebelumnya, FSA juga telah menyebut kebijakan harga tiket Piala Dunia 2026 sebagai skandal dan bahkan pengkhianatan terhadap penggemar sepak bola.
Kritik FSA tidak lepas dari melonjaknya harga tiket Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Baca Juga: Promo Tiket Pesawat Pelita Air Periode 1-28 Februari 2026
Harga tiket fase grup dilaporkan bisa mencapai tiga kali lipat dibanding Piala Dunia 2022 di Qatar. Bahkan, tiket termurah untuk laga final di New Jersey dibanderol sekitar £3.119 atau setara lebih dari Rp60 juta.
Di Davos, Infantino kembali mengakui bahwa tiket Piala Dunia 2026 memang tidak murah dan mengaku dirinya serta FIFA “dihantam kritik” akibat kebijakan tersebut.
“Pengkritik utama datang dari Jerman dan Inggris,” kata Infantino.
Namun, ia membela FIFA dengan menyebut tingginya permintaan tiket sebagai alasan utama harga mahal. Menurutnya, Amerika Serikat menjadi negara dengan permintaan tiket tertinggi, disusul Jerman dan Inggris.
“Semua orang ingin datang dan menjadi bagian dari Piala Dunia. Setiap pertandingan akan terjual habis,” tegasnya.
Kontributor: M.Faqih