-
Real Madrid mengincar kemenangan mutlak melawan Benfica demi mengamankan tiket otomatis 16 besar.
-
Alvaro Arbeloa mewaspadai taktik Jose Mourinho yang juga membutuhkan poin untuk lolos playoff.
-
Koordinasi lini depan Madrid semakin solid menjelang laga penentuan di Stadion da Luz.
Suara.com - Ambisi besar diusung raksasa Liga Spanyol menjelang laga krusial di penghujung fase liga kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Real Madrid dijadwalkan bertamu ke markas Benfica pada hari Kamis (29/1) dini hari dengan target yang sangat spesifik.
Kemenangan menjadi harga mati bagi anak asuh Alvaro Arbeloa jika ingin mengamankan posisi di zona aman.
Pelatih berkebangsaan Spanyol tersebut menegaskan bahwa tidak ada ruang bagi hasil imbang maupun kekalahan dalam laga ini.
Langkah ini diambil demi memuluskan jalan menuju babak 16 besar tanpa harus melalui fase tambahan yang melelahkan.
Stadion da Luz akan menjadi saksi perjuangan Los Blancos dalam mempertahankan martabat mereka sebagai raja kompetisi ini.
Arbeloa memandang laga ini sebagai tantangan terbesar di penghujung fase grup yang harus diselesaikan dengan kepala tegak.
"Itu adalah pertandingan yang sangat penting. Kami harus meraih tiga poin besok," ujar Arbeloa dikutip dari laman resmi Real Madrid, Rabu.
Pernyataan tegas ini mencerminkan betapa tingginya tensi pertandingan yang akan dihadapi oleh Kylian Mbappe dan rekan-rekannya.
Baca Juga: Manchester City Dihantam Badai Cedera, Pep Guardiola Pusing Hadapi Lini Depan Galatasaray
Sang pelatih sadar betul bahwa satu kesalahan kecil bisa merusak skenario besar yang sudah disusun tim.
Kegagalan meraih poin maksimal di Portugal dapat memaksa Real Madrid terlempar ke zona playoff yang sangat berisiko.
Jika mereka tergelincir, Madrid harus bertarung lagi memperebutkan delapan tiket tersisa untuk bisa melaju ke fase gugur.
Saat ini, klub yang bermarkas di Santiago Bernabeu tersebut bertengger di peringkat ketiga klasemen dengan raihan 15 poin.
Total poin tersebut didapatkan setelah melewati tujuh pertandingan yang penuh dengan dinamika kompetisi yang sangat ketat.
Arbeloa sangat ingin menghindari jadwal tambahan agar para pemainnya bisa lebih fokus pada kompetisi domestik nantinya.
Namun, tantangan yang dihadapi tidaklah ringan karena Benfica ditangani oleh pelatih berpengalaman, Jose Mourinho.
Mourinho dipastikan akan menyiapkan taktik khusus untuk menjegal langkah mantan klub yang pernah dibawanya berjaya tersebut.
Benfica sendiri saat ini berada di peringkat ke-29 dengan koleksi enam poin dari tujuh laga yang sudah dimainkan.
Tuan rumah hanya berselisih satu poin dari batas terakhir zona playoff, yakni peringkat ke-24 klasemen sementara Liga Champions.
Motivasi tinggi tuan rumah untuk bertahan di kompetisi Eropa menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lini belakang Madrid.
Arbeloa menyadari atmosfer di Lisabon akan sangat mencekam bagi tim tamu yang datang dengan ekspektasi besar.
"Jadi kalau mau menang, kami harus memberikan upaya maksimal dan sangat fokus. Laga itu akan sangat sulit," tutur dia.
Kesiapan mental dan fisik menjadi aspek utama yang ditekankan oleh jajaran pelatih dalam sesi latihan terakhir.
Para pemain dilaporkan dalam kondisi bugar dan memiliki semangat juang yang tinggi untuk membawa pulang hasil positif.
Seluruh elemen dalam tim berkomitmen memberikan performa terbaik demi memuaskan harapan para pendukung setia Los Merengues.
Salah satu sorotan utama belakangan ini adalah mengenai chemistry atau keterikatan antar pemain di sektor penyerangan tim.
Nama-nama besar seperti Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Rodrygo terus berupaya mencapai level koordinasi yang sempurna di lapangan.
Arbeloa memberikan pembelaan sekaligus pujian terhadap perkembangan yang ditunjukkan oleh anak asuhnya dalam beberapa pekan terakhir.
Ia meyakini bahwa kekuatan Madrid bukan hanya bertumpu pada satu atau dua individu saja, melainkan kerja kolektif.
Integrasi antarpemain di berbagai posisi disebutnya menjadi kunci utama untuk membongkar pertahanan rapat yang mungkin diterapkan lawan.
Keberhasilan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh siapa yang mencetak gol, tetapi juga bagaimana transisi permainan dilakukan.
Arbeloa melihat adanya peningkatan signifikan dalam cara para pemain berkomunikasi dan saling menutupi ruang di lapangan hijau.
"Bukan hanya tiga penyerang itu, kami juga mempunyai pemain-pemain hebat di semua posisi. Mereka semua bisa bekerja sama. Kami terus meningkatkan itu," tutur pria berusia 43 tahun itu.
Pernyataan ini menunjukkan kepercayaan diri sang pelatih terhadap kedalaman skuad yang ia miliki saat menghadapi tekanan besar.
Dengan persiapan yang matang, Real Madrid optimis bisa menutup fase liga ini dengan hasil yang sesuai dengan target.