-
Maarten Paes resmi bergabung ke Ajax Amsterdam dengan durasi kontrak hingga 2029.
-
Direktur Ajax memuji dedikasi serta pengalaman luas Paes sebagai penjaga gawang profesional.
-
Paes harus bersaing memperebutkan posisi utama setelah sukses berkarier di liga MLS.
Selama berkarier di Major League Soccer, ia berhasil mencatatkan penampilan reguler dan menjadi sosok yang sulit digantikan di tim.
Secara akumulatif, ia telah merumput dalam 114 pertandingan bersama FC Dallas dengan total penyelamatan yang sangat signifikan bagi klub.
Meskipun harus memungut bola dari gawangnya sebanyak 158 kali, ia sukses mengukir 23 kali catatan tanpa kebobolan sama sekali.
Kualitas kepemimpinan dan etos kerja yang kuat menjadi alasan tambahan mengapa Ajax sangat menginginkan jasa pemain Timnas Indonesia ini.
Beuker menekankan bahwa karakter profesional yang dimiliki Paes sangat selaras dengan visi serta misi filosofi permainan klub Ajax.
Kombinasi antara kematangan mental dan kemampuan teknis dinilai akan menjadi fondasi yang kokoh bagi lini belakang tim ke depannya.
Di level internasional, kontribusi Paes untuk Garuda juga tidak bisa dipandang sebelah mata dengan total sepuluh caps yang telah dikantongi.
Walaupun datang dengan reputasi mentereng, posisi inti di bawah asuhan pelatih Ajax tidak didapatkan dengan cara yang instan.
Paes dijadwalkan akan bersaing secara kompetitif dengan kiper lainnya, yakni Jaros Vitezslav, guna memperebutkan status penjaga gawang utama.
Baca Juga: Maarten Paes ke Ajax Amsterdam: Julukan Saya Tembok!
Peluang untuk menjadi pilihan pertama tetap terbuka lebar mengingat pengalaman luas yang ia miliki di berbagai kompetisi domestik maupun mancanegara.
Statistik menunjukkan bahwa bersama Timnas Indonesia ia telah menghadapi tekanan besar dengan mencatat 3 clean sheet dari total 10 laga.
Kembalinya Paes ke Belanda sebenarnya merupakan momen kepulangan ke lingkungan kompetisi yang sudah sangat ia pahami sejak awal karier.
Sebelum mencoba tantangan di benua Amerika, nama Maarten Paes sudah cukup dikenal oleh para penggemar sepak bola di Belanda.
Ia sempat mengenakan seragam NEC Nijmegen dan juga memperkuat FC Utrecht sebelum akhirnya memutuskan untuk hijrah ke luar negeri.
Pengalaman berkarir di dua klub tersebut memberikan bekal pemahaman taktis yang mendalam mengenai gaya bermain khas tim-tim Eredivisie.