- Timnas Spanyol menghadapi Argentina di Finalissima 2026 Doha, 54 hari lagi, dengan banyak pemain inti cedera.
- Kondisi kritis Timnas Spanyol terpusat pada cedera Mikel Merino dan masalah performa di lini pertahanan utama.
- Rodri telah kembali tampil solid bersama Zubimendi, meskipun opsi penyerang murni Spanyol masih belum meyakinkan.
Suara.com - Timnas Spanyol menghadapi situasi yang mengkhawatirkan jelang laga Finalissima 2026 melawan Argentina yang akan digelar di Doha, 54 hari lagi.
Finalissima merupakan mini turnamen antara juara Euro melawan kampium Copa America. Di tahun ini, Spanyol akan menghadapi Argentina.
Sayangnya jelang melawan Argentina, Spanyol dalam kondisi kritis. Pelatih Luis de la Fuente berada dalam tekanan besar karena cedera sejumlah pemain inti.
Kabar paling buruk datang dari Mikel Merino. Gelandang Arsenal itu mengalami cedera serius dan harus menjalani operasi, yang membuat keikutsertaannya di Piala Dunia terancam.
Situasi pelik terjadi di posisi bek kanan. Dani Carvajal belum kembali ke performa terbaiknya usai cedera lutut serius dan bahkan kembali menjalani operasi pada akhir Oktober.
Masalah terbesar ada di jantung pertahanan. Dari lima bek tengah utama pilihan De la Fuente, Laporte, Le Normand, Vivian, Cubarsí, dan Huijsen hampir semuanya bermasalah.
Laporte masih cedera, Le Normand kehilangan tempat di Atletico Madrid, Vivian dan Huijsen tampil jauh dari level terbaik, sementara Pau Cubarsí justru menjadi satu-satunya yang konsisten.
Di tengah kekhawatiran, kabar positif datang dari Rodri.
Gelandang Manchester City itu akhirnya kembali mendapatkan ritme permainan setelah cedera lutut parah pada September 2024.
Baca Juga: Leon Goretzka Pemain Pertama yang Blak-blakan Kritik Trump Jelang Piala Dunia 2026
Rodri mencatatkan tiga laga penuh di Premier League, termasuk penampilan solid kontra Tottenham.
Dengan Martín Zubimendi tampil impresif, lini tengah Spanyol masih memiliki fondasi kuat.
Untuk posisi ujung tombak, Mikel Oyarzabal tetap menjadi pilihan utama.
Ferran Torres, yang semakin sering bermain sebagai nomor 9 di Barcelona, hampir pasti masuk skuad.
Namun, Spanyol masih kekurangan opsi penyerang murni yang benar-benar meyakinkan.
Eksperimen dengan Borja Iglesias dan Samu belum membuahkan hasil, sehingga nama Alvaro Morata kembali masuk radar, meski terakhir kali dipanggil pada September lalu.