-
John Herdman melakukan safari ke Italia untuk memantau langsung latihan kapten timnas Jay Idzes.
-
Pelatih Timnas Indonesia juga mengunjungi Kevin Diks di Jerman dan Dean James di Belanda.
-
Sassuolo menyambut hangat kunjungan Herdman untuk berdiskusi teknis dengan pelatih Fabio Grosso.
Suara.com - Arsitek Timnas Indonesia, John Herdman, kini tengah sibuk melakukan perjalanan panjang melintasi daratan Eropa.
Agenda utamanya adalah melihat secara langsung performa para pemain keturunan Indonesia yang masuk dalam daftar pantauan Timnas Indonesia.
Perjalanan strategis ini membawa Herdman hingga ke markas latihan Sassuolo di Italia untuk menemui Jay Idzes.
Pihak klub Sassuolo menyambut hangat kehadiran pelatih asal Kanada tersebut di fasilitas olahraga mereka.
Kedatangan ini dikonfirmasi secara resmi oleh manajemen klub berjuluk I Neroverdi pada Selasa (3/2).
Sassuolo menyatakan kebanggaan mereka atas kunjungan pelatih kepala skuad Garuda tersebut ke pusat pelatihan.
"Pelatih Indonesia John Herdman mengunjungi pusat pelatihan tim di Mapei. Sore yang istimewa di Mapei Football Center di Sassuolo, yang menyambut kunjungan dari John Herdman, Pelatih Kepala tim nasional Indonesia," tulis Sassuolo di laman klub.
Kunjungan ini memberikan kesempatan bagi Herdman untuk melihat kualitas infrastruktur yang mendukung perkembangan pemainnya.
Ia juga diberikan akses penuh untuk mengamati proses latihan tim utama Sassuolo dari pinggir lapangan.
Baca Juga: Ragnar Oratmangoen Gabung Persib Bandung?
"Pelatih tim nasional Merah Putih itu berkesempatan untuk mengunjungi fasilitas di pusat pelatihan Hitam Hijau dan mengamati sesi latihan tim utama dari dekat," tulis Sassuolo menambahkan.
Dialog Strategis Antar Pelatih
Setelah para pemain menyelesaikan menu latihan mereka, Herdman langsung berinteraksi dengan sosok penting di sana.
Pelatih Timnas Indonesia itu terlihat berbincang serius dengan Jay Idzes yang memegang peran kapten di timnas.
Tidak hanya dengan pemain, Herdman juga bertukar pikiran dengan pelatih kepala Sassuolo, Fabio Grosso.
"Setelah sesi latihan, Herdman berbicara dengan Jay Idzes, kapten tim nasional Garuda, dan pelatih Fabio Grosso," tulis Sassuolo.
Diskusi ini menjadi ruang bagi kedua pelatih untuk berbagi metode kepelatihan dan pandangan teknis.
Momen ini mempertegas profil Sassuolo sebagai klub yang memiliki keterbukaan terhadap jaringan sepak bola global.
"Pertemuan yang menyenangkan yang didedikasikan untuk berbagi dan bertukar pengalaman, yang sekali lagi menegaskan fokus dan keterbukaan internasional Sassuolo Calcio," tulis Sassuolo menambahkan.
Agenda Herdman di Italia ini merupakan kelanjutan dari rangkaian perjalanannya di negara-negara Eropa lainnya.
Sebelum mendarat di Italia, ia sudah lebih dulu memantau bakat potensial di tanah Jerman.
Target yang dikunjungi saat itu adalah Kevin Diks yang kini memperkuat Borussia Monchengladbach.
Pantauan Pemain di Bundesliga dan Eredivisie
Aktivitas Herdman di Jerman terungkap melalui dokumentasi pribadi yang dibagikan melalui media sosial miliknya.
Melalui Instagram Story pada Senin (2/2), ia menunjukkan potret saat mengamati sesi latihan Kevin Diks.
Langkah ini menunjukkan keseriusan tim pelatih dalam memastikan kondisi fisik dan teknis pemain di luar negeri.
Setelah dari Jerman, perjalanan berlanjut ke Belanda untuk melihat aksi pemain bertahan lainnya.
Herdman menyempatkan diri menonton pertandingan yang melibatkan bek kiri berbakat, Dean James.
Pertandingan antara Go Ahead Eagles melawan FC Volendam menjadi objek pengamatan langsung sang pelatih.
Laga yang berlangsung sengit tersebut berakhir tanpa pemenang dengan skor imbang satu sama lain.
Gol pembuka dicetak oleh Victor Edvardsen untuk Go Ahead Eagles saat laga baru berjalan sepuluh menit.
Namun, keunggulan tersebut sirna setelah Robert Muhren mencetak gol balasan bagi Volendam di babak kedua.
Dean James menunjukkan performa yang sangat stabil dengan bermain secara penuh dalam durasi 90 menit.
Evaluasi Teknis Berdasarkan Data
Berdasarkan data statistik dari Soccerway, Dean James mendapatkan apresiasi tinggi atas performanya di lapangan hijau.
Ia mengantongi rating sebesar 7,3 berkat kontribusinya yang dominan di sektor pertahanan sisi kiri.
Catatan positif ini tentu menjadi bahan evaluasi yang berharga bagi John Herdman untuk skema masa depan.
Upaya jemput bola ini diharapkan mampu meningkatkan moral pemain yang berkarier di kompetisi kasta tertinggi Eropa.
Integrasi antara pemain lokal dan mereka yang berkarier di luar negeri menjadi fokus utama pelatih.
Langkah proaktif Herdman mendapatkan apresiasi luas dari para pendukung setia sepak bola di tanah air.
Diharapkan komunikasi intens dengan pelatih klub Eropa dapat memudahkan izin pemanggilan pemain ke tim nasional.
Dengan data yang valid dan pantauan langsung, komposisi Timnas Indonesia diprediksi akan semakin solid ke depannya.
Kini publik menanti bagaimana hasil dari safari Eropa ini akan diterapkan dalam pertandingan internasional mendatang.
Semua mata tertuju pada perkembangan Jay Idzes dan kolega di bawah arahan tangan dingin John Herdman.