- Skuad Timnas Indonesia U-17 diumumkan untuk uji coba melawan China sebagai persiapan Piala Asia U-17 2026.
- Striker diaspora berusia 16 tahun, Nicholas Indra Mjosund dari Rosenberg BK, resmi masuk dalam final skuad Garuda Asia.
- Nova Arianto memimpin Timnas U-17 dalam dua laga uji coba melawan China pada tanggal 8 dan 11 Februari mendatang.
Suara.com - Skuad Timnas Indonesia U-17 sudah diumumkan untuk melawan China dalam uji coba sebagai persiapan Piala Asia U-17 2026.
Dalam skuad yang diumumkan akun resmi Timnas Indonesia, ada satu nama pemain diaspora yaitu Nicholas Indra Mjosund yang merupakan striker Rosenberg BK.
Skuad Garuda Asia terbaru ini memang muncul nama-nama. Dari generasi sebelumnya yang masih masuk kategori umur adalah Mochammad Mierza.
Menariknya dalam unggahan tersebut, ada satu pemain diaspora yang masuk dalam final skuad. Ia adalah Nicholas Indra.
Nicholas Indra sendiri adalah pemain yang baru berusia 16 tahun. Ia memiliki ibu yang masih memegang paspor Indonesia aktif.
Pengalaman bermain di sistem sepak bola Eropa akan menjadi nilai tambah yang besar bagi Timnas Indonesia U-17.
Adapun Timnas Indonesia U-17 kali ini dikabarkan akan dipimpin oleh Nova Arianto untuk melawan China pada 8 dan 11 Februari mendatang.
Hingga kini, Timnas Indonesia U-17 belum memiliki pelatih kepala definitif. Karena itu, Nova kembali diminta menangani tim mengingat Timnas U-20 belum memiliki agenda kejuaraan dalam waktu dekat.
“Ini menjadi bagian dari persiapan Timnas Indonesia U-17 menuju Piala Asia U-17 dengan melakukan laga uji coba melawan salah satu peserta, China U-17,” tulis Nova melalui akun Instagram pribadinya.
Baca Juga: John Herdman Harus Pagari Pemain yang Pernah Main di Timnas Indonesia U-17 Sebelum Diserobot Jerman
“Sekaligus menjadi bagian dari proses bagi pelatih Timnas Indonesia U-17 nantinya untuk mengobservasi hal-hal yang perlu dievaluasi ke depan,” lanjutnya.
Menurut Nova, pengalaman bertanding bagi Timnas Indonesia U-17 perlu terus ditingkatkan, terutama menghadapi persaingan ketat di level Asia.
“Mereka sangat membutuhkan pengalaman bertanding dengan intensitas yang berbeda. Ini akan menjadi proses belajar yang baik agar pemain muda terus berkembang,” pungkasnya.