-
Inter Milan didenda Rp991 juta akibat lemparan petasan suporter yang melukai kiper Emil Audero.
-
Polisi menangkap remaja 19 tahun anggota kelompok Vikings sebagai tersangka utama pelempar petasan lapangan.
-
Suporter Inter dilarang menghadiri pertandingan tandang hingga Maret 2026 sebagai sanksi tambahan keamanan.
Suara.com - Keputusan tegas baru saja diambil oleh otoritas sepak bola Italia terhadap klub raksasa Inter Milan.
Lega Serie A selaku operator liga menjatuhkan denda administratif yang cukup besar kepada manajemen Nerazzurri.
Hukuman finansial senilai 50 ribu euro atau setara Rp991 juta harus dibayarkan akibat ulah oknum pendukungnya.
Insiden memilukan ini bermula saat benda terlarang jenis flare dilemparkan ke area pertandingan yang sedang berlangsung.
Objek berbahaya tersebut mendarat tepat di dekat penjaga gawang Timnas Indonesia yang sedang membela Cremonese.
Kiper berbakat Emil Audero menjadi korban langsung dari ledakan petasan yang dilemparkan oleh suporter tamu tersebut.
Ledakan yang terjadi di area kotak penalti itu mengakibatkan luka fisik yang cukup serius bagi sang penjaga gawang.
Dilaporkan bahwa Audero menderita luka robek pada bagian kaki kanannya akibat serpihan benda yang meledak itu.
Selain luka fisik, pendengaran pemain keturunan Indonesia ini juga sempat terganggu akibat dentuman keras petasan tersebut.
Baca Juga: Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
Peristiwa mencekam ini tercatat terjadi tepat saat pertandingan memasuki menit ke-49 di Stadion Giovanni Zini.
Pihak keamanan bergerak cepat dalam mengusut tuntas siapa dalang di balik pelemparan benda berbahaya tersebut.
Unit kepolisian khusus Italia yang dikenal dengan sebutan Milan DIGOS berhasil mengamankan satu orang terduga pelaku.
Tersangka merupakan seorang pemuda berusia 19 tahun yang diduga kuat melempar petasan dari arah tribun suporter.
Berdasarkan penyelidikan, remaja tersebut diketahui memiliki keterikatan dengan kelompok suporter garis keras bernama Vikings.
Kelompok suporter yang dipimpin oleh Nino Ceccarelli ini kini berada di bawah pengawasan ketat aparat hukum.
Meski mendapatkan sanksi berat, Lega Serie A tetap memberikan poin positif bagi manajemen Inter Milan.
Operator kompetisi mengapresiasi kerja sama klub yang sangat proaktif dalam proses identifikasi pelaku pelemparan di lapangan.
Gerak cepat pihak klub dalam membantu kepolisian dianggap membantu meredam situasi panas di kalangan pecinta bola.
Langkah ini membuktikan bahwa manajemen tidak mentolerir tindakan anarkis yang mencederai nilai sportivitas dalam olahraga.
Namun, hukuman denda tetap tidak bisa dihindari demi tegaknya regulasi keamanan di dalam stadion sepak bola.
Konsekuensi dari insiden ini tidak hanya menyasar pada finansial klub, namun juga mobilitas para pendukungnya.
Kementerian Dalam Negeri Italia secara resmi mengeluarkan surat larangan bagi fans Inter untuk menonton laga tandang.
Sanksi larangan hadir di stadion lawan ini akan berlaku dalam jangka waktu yang cukup panjang ke depan.
Ditetapkan bahwa suporter Inter tidak diperbolehkan melakukan perjalanan tandang secara resmi hingga tanggal 23 Maret 2026.
Hukuman kolektif ini diharapkan mampu memberikan efek jera bagi seluruh elemen suporter agar menjaga ketertiban umum.
Kasus yang menimpa Emil Audero ini menjadi alarm keras bagi standar keamanan di kompetisi kasta tertinggi.
Laga antara Cremonese melawan Inter Milan kini menyisakan catatan kelam bagi sejarah pertemuan kedua tim tersebut.
Fakta bahwa petasan bisa masuk ke dalam area tribun menjadi bahan evaluasi serius bagi petugas keamanan.
Keselamatan pemain di atas lapangan hijau merupakan prioritas utama yang tidak bisa ditawar oleh pihak manapun.
Kejadian ini diharapkan menjadi yang terakhir kalinya seorang pemain cedera akibat tindakan tidak terpuji suporter sendiri.