- Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes (27 tahun), resmi bergabung dengan Ajax Amsterdam dari klub MLS, FC Dallas.
- Bagi Paes, transfer ke raksasa Belanda ini adalah realisasi impian masa kecil yang ia idamkan sejak lama.
- Paes membawa pengalaman 128 pertandingan di MLS yang menantang secara fisik untuk berkontribusi di Ajax.
Suara.com - Kiper Timnas Indonesia, Maarten Paes tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya setelah resmi menjadi kiper Ajax Amsterdam.
Penjaga gawang berusia 27 tahun itu didatangkan dari klub MLS, FC Dallas, dan akan mengenakan nomor punggung 26 bersama raksasa Belanda tersebut.
Bagi Paes, kepindahan ini bukan sekadar transfer biasa, melainkan mimpi masa kecil yang akhirnya menjadi kenyataan.
Paes mengakui kisah lucu saat masa kecil. Paes mengaku bahwa ia tidur memakai piyama Ajax.
“Memang terdengar klise kalau Ajax adalah mimpi masa kecil dan saya tidur pakai piyama Ajax, tapi itu benar,” ujarnya seperti dikutip dari laman resmi klub.
“Sangat indah bisa menjadi bagian dari klub ini.”
Paes merupakan jebolan akademi NEC Nijmegen, namun karier profesionalnya berkembang saat membela FC Utrecht.
Pada 2022, ia memutuskan merantau ke Amerika Serikat setelah direkrut FC Dallas.
Di MLS, Paes tampil konsisten dan mencatat 128 pertandingan.
Baca Juga: Laga Timnas Indonesia Lawan Irak Jadi Rujukan Ajax Jatuh Hati pada Kualitas Maarten Paes
Pengalaman bermain di kompetisi yang menuntut fisik tinggi itu diakuinya membentuk mental dan kedewasaannya, baik sebagai pemain maupun pribadi.
“MLS adalah liga yang berkembang dan berat. Perjalanan tandang bisa tiga jam penerbangan dengan perbedaan ketinggian dan suhu. Kamu harus benar-benar jadi atlet,” kata Paes.
Kendati sempat jauh dari Eropa, Paes mengaku Ajax selalu ada dalam rencana jangka panjang kariernya.
“Saya selalu punya visi jangka panjang. Ke Amerika adalah bagian dari rencana itu. Tapi dalam pikiran saya, kalau kembali ke Belanda, maka tujuannya adalah Ajax. Dan itu sekarang terwujud.”
“Saya datang untuk bermain demi lambang di dada dan sangat percaya pada prinsip tim di atas segalanya. Kalau tim diutamakan, individu akan mengikuti,” tegasnya.
Paes menambahkan dirinya siap memberi kontribusi maksimal, baik di dalam maupun di luar lapangan, sambil menyerahkan keputusan akhir kepada pelatih soal siapa yang akan tampil sebagai starter.