- Jelte Pal, striker keturunan Indonesia berusia 23 tahun, telah mencetak 15 gol dan 3 assist dalam 19 laga Liga Belanda kasta keempat.
- Lahir di Roosendaal, Belanda pada 2002, Pal pernah debut profesional Eredivisie bersama Willem II pada Mei 2022.
- Saat ini, Jelte Pal bermain untuk klub RBC Roosendaal dengan kontrak berlaku hingga 30 Juni 2027 mendatang.
Suara.com - Produktivitas gol pemain keturunan Indonesia satu ini terbilang cukup menjanjikan.
Usianya pun masih sangat muda, 23 tahun. Meski berusia muda, striker keturunan Indonesia ini mampu mencetak 15 gol dari 19 pertandingan di kompetisi Liga Belanda.
Tak hanya 15 gol, dari 19 pertandingan itu, ia juga menorehkan 3 assist. Siapa dia?
Lahir pada 16 Oktober 2002 di Roosendaal, Belanda, pemain itu ialah Jelte Pal. Namanya sempat ramai dirumorkan bakal dinaturalisasi pada era Shin Tae-yong.
Musim ini Pal bermain di klub RBC Roosendaal yang berkompetisi di kasta keempat Liga Belanda atau Derde Division B.
Tak hanya piawai sebagai penyerang tengah, Pal juga fleksibel karena mampu bermain di posisi sayap kanan.
Pal diketahui memiliki kontrak di RBC Roosendaal hingga 30 Juni 2027.
Produk Akademi Willem II, Pernah Cicipi Eredivisie
Perjalanan karier Pal dimulai dari akademi BSC Roosendaal dan RBC, sebelum bergabung dengan akademi Willem II pada 2019.
Baca Juga: Lawan Saint Kitts and Nevis Jadi Ujian Perdana Garuda di Turnamen Bergengsi FIFA Series 2026
Kerja kerasnya berbuah debut profesional di Eredivisie saat menghadapi PSV pada 1 Mei 2022, meski hanya tampil sebagai pemain pengganti di menit ke-87 dalam laga yang berakhir 2-4.
Karier Pal sempat mengalami fase sulit ketika berstatus tanpa klub pada 2023. Namun, kepindahannya ke RBC Roosendaal pada 8 Desember 2023 menjadi titik balik.
Sejak saat itu, grafik performanya terus menanjak. Nilai pasarnya bahkan pernah menyentuh sekitar Rp434 juta.
Fakta bahwa ia memiliki darah Indonesia juga membuat namanya berpotensi masuk dalam diskusi jangka panjang terkait pemain diaspora unutk membela Timnas Indonesia.
Meski yang jadi sorotan tentu saja tempatnya bermain. Berkarier di level terendah kompetisi Belanda jadi hal minus bagi Pal jika ingin dinaturalisasi.
Kontributor: Adam Ali