Alasan Sumardji Kukuh Dampingi Timnas Indonesia Meski Sanksi 20 Laga

Pebriansyah Ariefana, Adie Prasetyo Nugraha

Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:18 WIB
Alasan Sumardji Kukuh Dampingi Timnas Indonesia Meski Sanksi 20 Laga
Sumardji (Suara.com)
baca 10 detik
  • Sumardji dihukum FIFA 20 pertandingan dan denda Rp324 juta akibat insiden wasit China.

  • Meski dilarang masuk ruang ganti, Sumardji tetap mendampingi Timnas di hotel dan stadion.

  • Aksi penyerangan wasit dilakukan Sumardji karena ingin melindungi para pemain Timnas Indonesia.

Suara.com - Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, memastikan dirinya tetap akan mendampingi Timnas Indonesia meski mendapat hukuman berat dari FIFA. Ia menegaskan sanksi tersebut tidak akan menghentikan kontribusinya untuk Skuat Garuda.

Sanksi itu terjadi setelah FIFA menilai Sumardji melakukan penyerangan terhadap wasit asal China, Ma Ning.

Insiden terjadi seusai laga Indonesia kontra China pada Grup B Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia FIFA 2026 zona Asia di Stadion King Abdullah, Jeddah, 11 Oktober 2025. Dalam pertandingan tersebut, Indonesia kalah tipis 0-1.

Berdasarkan laporan Komite Disiplin FIFA, Sumardji disebut menyerang Ma Ning dari belakang hingga sang pengadil terjatuh.

Akibat kejadian itu, ia langsung menerima kartu merah saat masih menjabat sebagai manajer Timnas Indonesia.

FIFA menyatakan Sumardji melanggar Pasal 14 Kode Disiplin FIFA poin 1 terkait tindakan penyerangan terhadap perangkat pertandingan.

Atas pelanggaran tersebut, Komite Disiplin FIFA menjatuhkan larangan mendampingi Timnas Indonesia dalam 20 pertandingan resmi FIFA.

Tak hanya skorsing, Sumardji juga dikenai denda sebesar 15.000 Swiss Franc atau sekitar Rp324 juta. Denda itu wajib maksimal 30 hari setelah keputusan resmi dirilis.

"Jujur saya kaget kenapa sanksinya besar sekali sampai 20 pertandingan resmi FIFA. Itu cukup memberatkan. Saya tidak membantah, saya akui itu salah," kata Sumardji.

baca juga

Ia menjelaskan, tindakannya saat itu dilandasi niat melindungi para pemain di tengah situasi pertandingan yang panas.

"Saya hanya ingin pemain ini dilindungi. Saya melihat wasit seperti mencari celah untuk memberi kartu merah, sehingga saat itu saya halangi dengan tangan. Itu berisiko membawa tim. Saya mengibaratkan diri sebagai orang tua yang harus mengamankan dan melindungi anak-anaknya," jelasnya.

Meski tak diperbolehkan berada di bangku cadangan maupun area teknis selama 20 laga resmi, Sumardji menegaskan dirinya masih bisa mendampingi tim dengan cara lain.

Ia tetap diizinkan berada di tim hotel dan berangkat bersama skuad ke stadion, selama tidak memasuki ruang ganti atau area terlarang.

Sanksi tersebut mulai berlaku pada agenda FIFA Series 2026 yang dijadwalkan berlangsung 23–31 Maret mendatang. Namun bagi Sumardji, fokus utamanya tetap memastikan kebutuhan Timnas Indonesia terpenuhi.

Yang penting saya masih bisa memberikan dukungan dan kontribusi untuk Timnas Senior. Saya memang tidak boleh di bench, tapi tetap bisa mendampingi di hotel dan berangkat ke stadion, selama tidak masuk ruang ganti,” pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Dulu Juara Bulu Tangkis, Pemain Keturunan Indonesia Dipanggil Bela Belanda, PSSI Kecolongan?

Dulu Juara Bulu Tangkis, Pemain Keturunan Indonesia Dipanggil Bela Belanda, PSSI Kecolongan?

Bola | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:00 WIB

Luke Vickery Akui Sudah Dihubungi John Herdman, Peluang Bela Timnas Indonesia Terbuka

Luke Vickery Akui Sudah Dihubungi John Herdman, Peluang Bela Timnas Indonesia Terbuka

Bola | Jum'at, 13 Februari 2026 | 14:59 WIB

Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?

Gegara Gerald Vanenburg, John Herdman Dipastikan Bakal Nganggur Setahun! Kok Bisa?

Your Say | Jum'at, 13 Februari 2026 | 15:05 WIB

Terkini

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Menolak Bungkam! Rakyat Kecil di Kota Bogor Tuntut Keadilan Hak Tanah yang Diduga Diserobot

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:39 WIB

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Tukang Cukur dan Camat Sudah Minta Maaf, Netizen Masih Buru Pelaku Perekam Video Viral

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:31 WIB

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Tanggapi Insiden Tukang Cukur di Rancabungur, Bupati Bogor: Mari Bersama Maknai Kemerdekaan

Bogor | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Cara Seru Jakarta Ajak Ratusan Pelajar Kenali Pariwisata Berkelanjutan

Lifestyle | Kamis, 13 Agustus 2026 | 23:11 WIB

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Nekat Panjat Atap Hingga Bakar Dua Motor, Evakuasi Pria ODGJ di Cibadak Sukabumi Menegangkan

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:52 WIB

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

BRI Perluas Akses Pembiayaan KUR Petani di Bengkayang Guna Swasembada Pangan

Bri | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:43 WIB

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Retribusi Melempem, Benyamin Davnie Bentuk Perseroda 'Citra Anggrek Mandiri' Kelola Pasar Tangsel

Banten | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:35 WIB

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

Geledah Jateng-Jatim, KPK Cari Bukti untuk Tetapkan Tersangka Baru dalam Kasus Suap Pajak

News | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:29 WIB

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Bupati Brebes Temui Siswa Sespimmen Polri, Bahas Persoalan Pupuk Subsidi

Jawa Tengah | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:28 WIB

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Pemkot Bandung Tertibkan Bangunan Liar di Jalan Rajawali

Jabar | Kamis, 13 Agustus 2026 | 22:26 WIB

×