- Mauro Zijlstra melakukan debutnya sebagai ujung tombak tunggal Persija Jakarta menggantikan Almeida melawan Bali United.
- Debut Mauro terjadi di tengah atmosfer meriah Stadion Kapten I Wayan Dipta yang memberikannya pengalaman baru.
- Ia mulai merasakan intensitas lari tinggi dalam BRI Liga 1, berbeda dari karakter permainan di Liga Belanda.
Suara.com - Debut Mauro Zijlstra bersama Persija Jakarta langsung menyita perhatian publik sepak bola nasional.
Setelah Shayne Pattynama lebih dulu melakoni laga perdananya, kini giliran Mauro yang mencatatkan menit bermain bersama Macan Kemayoran.
Masuk pada menit ke-75 menggantikan Gustavo Almeida, Mauro tampil sebagai ujung tombak tunggal.
Persija saat itu memilih bermain lebih bertahan demi menjaga keunggulan tipis 0-1 atas Bali United.
Meski hanya bermain lebih dari 30 menit, momen ini menjadi awal penting dalam kariernya di Indonesia.
Berikut dua fakta menarik dari debut Mauro Zijlstra bersama Persija Jakarta.
Fakta pertama, Mauro langsung merasakan atmosfer luar biasa Stadion Kapten I Wayan Dipta.
Suasana stadion begitu heboh dengan flare, kembang api, hingga sorakan suporter.
Tak hanya itu, beberapa kursi dan botol minuman bahkan sempat dilempar ke arah lapangan.
Baca Juga: Bali United vs Persija, Dony Tri Pamungkas Masih Bawa Duka
Namun, bagi Mauro, pengalaman tersebut justru terasa sangat mengesankan dan fantastis.
Ia mengaku senang bisa menjalani debut di tengah atmosfer yang penuh emosi dan gairah.
Menurutnya, keramaian tersebut menjadi pengalaman baru yang tidak ia dapatkan di Liga Belanda.
Fakta kedua, Mauro mulai merasakan perbedaan karakter permainan antara Eropa dan Indonesia.
Ia menilai BRI Super League menuntut intensitas lari yang lebih tinggi sepanjang pertandingan.
Perbedaan ini membuatnya harus cepat beradaptasi dengan ritme dan gaya bermain di Tanah Air.
Asisten pelatih Persija, Ricky Nelson, menilai Mauro masih dalam tahap penyesuaian.
Ia menyebut performa Mauro belum maksimal, tetapi hal itu wajar bagi seorang debutan.
Dengan waktu, menit bermain, dan adaptasi yang tepat, Mauro diharapkan mampu berkembang dan menjadi andalan baru Persija Jakarta.
Kontributor : Imadudin Robani Adam