-
Ole Romeny belum mencetak gol dalam 363 menit bermain bersama klub Oxford United.
-
Oxford United terpuruk di papan bawah Championship meski sudah melakukan pergantian posisi manajer.
-
John Herdman memprioritaskan pemain dengan jam terbang tinggi untuk memperkuat skuad Timnas Indonesia.
Suara.com - Karier Ole Romeny di kasta kedua Liga Inggris kini sedang berada dalam situasi yang sangat mengkhawatirkan.
Penyerang andalan Timnas Indonesia tersebut melewati periode kelam sepanjang musim kompetisi 2025/2026 bersama Oxford United.
Hingga detik ini, bomber berusia 25 tahun itu belum mampu menyumbangkan satu gol pun bagi klubnya.
Catatan statistik menunjukkan angka nol besar baik dalam urusan mencetak gol maupun memberikan umpan matang.
Kondisi ini tentu menjadi alarm keras bagi lini depan skuad Garuda menjelang laga internasional mendatang.
Peluang untuk menunjukkan tajinya di atas lapangan hijau memang terasa sangat sempit bagi Ole Romeny.
Mantan penggawa FC Utrecht tersebut lebih sering menghabiskan waktu duduk manis di bangku cadangan Oxford.
Sepanjang musim 2025/2026, ia tercatat sudah terlibat dalam 14 pertandingan resmi di berbagai kompetisi.
Namun sayangnya mayoritas penampilan tersebut hanya dilakoni sebagai pemain pengganti di menit-menit akhir laga.
Baca Juga: Solusi Krisis, Nathan Tjoe-A-On Bisa Gantikan Thom Haye dan Shayne Pattynama di FIFA Series
Hal itulah yang menyebabkan total menit bermainnya hanya menyentuh angka 363 menit sejauh musim bergulir.
Posisi Ole Romeny sebagai penyerang utama tergeser oleh kehadiran talenta muda berbakat, Will Lankshear.
Striker pinjaman asal Tottenham Hotspur tersebut justru tampil menggila dan menjadi mesin gol utama bagi klub.
Will Lankshear kini memuncaki daftar pencetak gol terbanyak internal Oxford United dengan koleksi enam gol.
Dominasi Lankshear membuat Ole Romeny semakin terpinggirkan dari skema permainan utama yang diterapkan oleh pelatih.
Ketajaman Lankshear menjadi kontras yang sangat menyakitkan bagi perjalanan karier Ole di tanah Inggris tahun ini.
Situasi internal klub juga tidak banyak membantu bagi perkembangan performa individu pemain kelahiran Belanda tersebut.
Oxford United saat ini masih berkutat di zona bawah klasemen sementara EFL Championship musim 2025/2026.
Mereka baru mampu mengumpulkan 28 poin dari total 32 pertandingan yang sudah dijalani musim ini.
Pergantian nakhoda tim dari Gary Rowett menuju Matt Bloomfield ternyata belum membuahkan hasil yang signifikan.
Klub ini bahkan harus menelan pil pahit setelah dipastikan tersingkir pada putaran keempat ajang Piala FA.
Keterpurukan Ole Romeny memicu spekulasi besar terkait daftar pemain Timnas Indonesia untuk kalender Maret mendatang.
Pelatih kepala membutuhkan amunisi yang memiliki ritme bertanding tinggi demi menjaga kualitas permainan kolektif tim nasional.
Sulit bagi seorang pelatih untuk memanggil pemain yang jarang mendapatkan jam terbang reguler di level klub.
Nasib kurang beruntung ternyata tidak hanya dialami oleh Ole Romeny seorang di lini depan Indonesia.
Beberapa penyerang andalan Timnas Indonesia lainnya juga dilaporkan sedang tidak dalam kondisi performa terbaik mereka.
Ramadhan Sananta yang berkarier di luar negeri tidak selalu mendapatkan kepercayaan menjadi starter di DPMM FC.
Sementara itu, Mauro Zijlstra baru saja memulai petualangan baru dengan bergabung bersama klub Persija Jakarta.
Situasi ini membuat lini serang Timnas Indonesia berada dalam kondisi yang cukup mengkhawatirkan bagi John Herdman.
Kebugaran bertanding akan menjadi faktor penentu utama bagi setiap pemain untuk bisa mengenakan seragam Garuda.
Ole Romeny harus segera menemukan cara untuk kembali ke performa terbaiknya sebelum waktu pemanggilan tiba.
Jika tidak ada perubahan signifikan, bukan tidak mungkin posisinya akan digantikan oleh penyerang lain yang aktif.
Persaingan menuju skuad utama kian ketat seiring dengan tuntutan prestasi yang diberikan oleh masyarakat pecinta sepak bola.
Publik kini menanti keputusan berani apa yang akan diambil oleh John Herdman untuk membenahi masalah ini.
Keberhasilan sebuah tim nasional sangat bergantung pada kontribusi pemain yang tampil konsisten di level liga.
Dukungan terus mengalir agar para pemain yang berkarier di luar negeri bisa segera bangkit dari keterpurukan.
Semoga masalah menit bermain ini segera teratasi demi kejayaan Timnas Indonesia di panggung internasional mendatang.
Daftar pemain yang akan dirilis pada bulan Maret akan menjadi jawaban atas segala teka-teki lini depan.
Persiapan matang sangat diperlukan agar Indonesia tetap kompetitif dalam menghadapi lawan-lawan berat di masa depan.