Pengamat Soroti Pemain Naturalisasi ke Super League: Sudah Tak Mampu Bersaing di Level Tinggi

Arief Apriadi

Selasa, 17 Februari 2026 | 20:20 WIB
Pengamat Soroti Pemain Naturalisasi ke Super League: Sudah Tak Mampu Bersaing di Level Tinggi
Shayne Pattynama dan Thom Haye bermain di Super League. (Kolase Suara.com)
baca 10 detik
  • Pengamat Mohamad Kusnaeni menilai pemain naturalisasi ke Liga Indonesia adalah proses alamiah mencari menit bermain.
  • Keputusan merumput di domestik merupakan strategi menjaga performa karena kesulitan bersaing di klub elit luar negeri.
  • Kusnaeni membagi pemain diaspora menjadi senior yang menjaga performa dan talenta muda mencari batu loncatan.

Suara.com - Pengamat sepak bola nasional, Mohamad Kusnaeni, memberikan pandangan kritis terkait tren perpindahan pemain naturalisasi dan diaspora ke kompetisi Super League belakangan ini.

Menurut Mohamad Kusnaeni, bergabungnya para pemain keturunan ke klub-klub di Liga Indonesia merupakan sebuah proses alamiah yang didasari oleh kebutuhan mendapatkan menit bermain.

Banyaknya figur diaspora yang memilih merumput di kancah domestik dianggap sebagai sinyal bahwa mereka mulai kesulitan bersaing untuk menembus skuad utama di klub-klub elit luar negeri yang memiliki level tinggi.

"Artinya pemain-pemain yang pindah [ke klub-klub Liga Indonesia] itu kan umumnya yang tidak mampu bersaing di negara lain, di level klub yang tinggi," kata pengamat sepak bola yang akrab disapa Bung Kus itu dikutip dari Antara.

Fenomena ini menarik perhatian publik seiring dengan gelombang kedatangan pemain berlabel tim nasional yang sebelumnya berkarier di benua Eropa maupun Australia.

Kusnaeni menilai keputusan para pemain tersebut untuk berlabuh ke Indonesia adalah bagian dari strategi untuk menjaga performa serta kinerja mereka di lapangan hijau.

Sejak awal musim 2025, tercatat nama-nama beken seperti Jordi Amat yang pindah ke Persija Jakarta, serta Rafael Struick yang kini membela Dewa United.

Selain itu, Bali United sukses mengamankan jasa Jens Raven dari Belanda, sementara Persib Bandung mendatangkan duet Thom Haye dan Eliano Reijnders.

Pergerakan transfer ini terus berlanjut pada paruh musim dengan merapatnya Shayne Pattynama ke kubu Macan Kemayoran dan Dion Markx yang memperkuat Maung Bandung.

baca juga

Kabar yang paling menyita perhatian adalah kesepakatan kontrak Mauro Zijlstra dengan Persija Jakarta serta kepindahan Ivar Jenner dari FC Utrecht ke Dewa United.

Kusnaeni menekankan bahwa bagi seorang pesepak bola, kesempatan bertanding secara reguler jauh lebih penting daripada sekadar bertahan di klub besar namun hanya menjadi penghuni bangku cadangan.

"Karena pemain itu kalau kelamaan tidak bermain, hanya duduk di bangku cadangan itu kemampuannya menurun," kata Kusnaeni saat dihubungi pada Selasa.

Ia juga membedakan profil para pemain diaspora yang datang ke Indonesia menjadi dua kategori utama, yakni pemain senior dan talenta muda yang sedang merintis karier.

Pemain seperti Jordi Amat, Thom Haye, dan Shayne Pattynama dinilai sudah melewati masa produktif atau usia emas mereka di kancah internasional.

Di sisi lain, pemain yang masih sangat muda seperti Jens Raven dan Mauro Zijlstra menjadikan Liga Indonesia sebagai wadah untuk memulai langkah di level profesional.

Bagi talenta muda ini, kompetisi dalam negeri bisa berfungsi sebagai "batu loncatan" yang efektif sebelum mereka kembali mencoba peruntungan bersaing di Eropa.

Langkah ini dianggap Kusnaeni jauh lebih bijak daripada memaksakan diri bertahan di Eropa namun tidak mendapatkan jam terbang yang memadai.

"Para pemain diaspora yang masih muda kalau bertahan terus di Eropa belum tentu bisa berkembang atau survive, karena kalau di bench terus maka karier tidak akan berkembang," tegasnya.

Meskipun sebagian pihak menganggap tren ini ironis karena pemain lokal justru ingin ke luar negeri, Kusnaeni melihatnya sebagai bagian dari dinamika kebutuhan perkembangan setiap individu pemain.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Statistik Ricky Pratama yang Terseret Dugaan Penganiayaan, Catatan Golnya Mengkhawatirkan

Statistik Ricky Pratama yang Terseret Dugaan Penganiayaan, Catatan Golnya Mengkhawatirkan

Bola | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:59 WIB

John Herdman Dapat Kabar Baik dari Belanda Jelang FIFA Series 2026

John Herdman Dapat Kabar Baik dari Belanda Jelang FIFA Series 2026

Bola | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:43 WIB

Stadion GBK untuk Timnas Indonesia, Persija Jakarta Akhirnya Pulang ke JIS

Stadion GBK untuk Timnas Indonesia, Persija Jakarta Akhirnya Pulang ke JIS

Bola | Selasa, 17 Februari 2026 | 13:09 WIB

Terkini

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Pelajar Palembang Viral Usai Pamer Revolver saat Konvoi, Ternyata Senpira Dibeli dari Facebook

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:58 WIB

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Nama Bupati PALI Muncul di Kasus Suap Audit BPK, KPK Periksa Asgianto Sebagai Saksi

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:43 WIB

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Kondisi Terbaru Gunung Semeru, Enam Kali Erupsi dalam Sehari dan Masih Berstatus Siaga

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:32 WIB

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Detik-detik Narapidana Narkoba Diborgol Usai Bebas karena Remisi 17 Agustus, Ada Apa?

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:22 WIB

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Dedi Mulyadi Sindir Birokrasi Minta Dihormati: Rapat Habis Puluhan Juta, Tapi Rakyat Tetap Menderita

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Koreksi Data Pidato Presiden: 6 Fakta Realitas Hidup Susanah, Kuli Kain Majun Asal Cileungsi Bogor

Jabar | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:16 WIB

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Bantah Isu Pisah dari NKRI, Ini 6 Pesan Penting Sultan Banten ke-18 untuk Masyarakat

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:08 WIB

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Penerbangan Langsung Palembang-Bandung Kembali Hadir, Ini Jadwal dan Harga Tiket Citilink

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 23:03 WIB

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Oknum Petugas Bandara Terlibat Penyelundupan 22 Kg Emas Batangan

Banten | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:58 WIB

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Mati Lampu hingga 4 Jam, Cek Daftar Wilayah di Palembang yang Terdampak Pemadaman PLN

Sumsel | Selasa, 18 Agustus 2026 | 22:50 WIB

×