- Kontroversi dugaan rasisme Prestianni terhadap Vinicius terjadi saat laga play-off Liga Champions di Estadio da Luz.
- Thierry Henry dan legenda lain mengecam keras Prestianni karena menutup mulut saat berbicara di lapangan.
- Seedorf dan Sneijder menegaskan pelecehan rasial tidak dapat dibenarkan, menyoroti pengalaman Vinicius di Spanyol.
Suara.com - Kontroversi yang terjadi dalam laga play-off Liga Champions antara Benfica dan Real Madrid di Estadio da Luz berbuntut panjang.
Dugaan tindakan rasisme oleh winger Benfica, Gianluca Prestianni terhadap Vinicius Junior membuat sejumlah legenda sepak bola dunia angkat suara.
Legenda Arsenal dan Prancis, Thierry Henry mempertanyakan sikap Prestianni yang terlihat menutup mulutnya saat berbicara di lapangan.
“Gianluca Prestianni, beri tahu kami apa yang kamu katakan. Jadilah pria. Kenapa kamu menutup mulut dengan jersey? Apakah karena kedinginan?” sindir Henry dilansir dari AS.
Henry juga mengaku memahami situasi yang dialami Vinicius. Menurutnya, pemain kerap merasa sendirian dalam situasi seperti itu.
![Striker Real Madrid Kylian Mbappe, melontarkan tuduhan serius usai laga Liga Champions melawan Benfica di Estadio da Luz. [Instagram]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/02/18/40464-gianluca-prestianni.jpg)
“Saya merasa terhubung dengan apa yang dialami Vinicius. Terkadang Anda merasa sendirian, karena itu akan menjadi kata-katamu melawan kata-katanya.”
Sementara itu eks Manchester City Micah Richards, bahkan lebih keras. Ia menyebut Prestianni sebagai pengecut dan menegaskan bahwa Vinicius tidak mungkin berbohong.
Sementara itu, eks gelandang Belanda Clarence Seedorf juga mengecam keras insiden tersebut.
“Fakta bahwa Vini sudah bertahun-tahun menghadapi situasi buruk di Spanyol tidak bisa diabaikan. Tidak ada pembenaran untuk pelecehan rasial. Tidak ada ruang untuk itu,” tegas Seedorf.
Baca Juga: Arbeloa Pasang Badan untuk Vinicius: Rasisme Tak Punya Tempat, Sindir Jose Mourinho
“Jika kamu ingin mengatakan sesuatu, katakan tanpa menutup mulut. Ini skandal bahwa orang masih memanggil pemain kulit hitam dengan sebutan seperti itu,” tambah eks gelandang Real Madrid lainnya, Wesley Sneijder.
Ia juga mempertanyakan sikap Prestianni yang memiliki rekan setim berkulit hitam.
“Dia punya rekan setim berkulit hitam. Apa yang sebenarnya ada di pikirannya?”
Kontributor: Azka Putra