- Pemain Ratchaburi FC menjadi korban pelemparan batu, botol, dan keramik saat laga AFC Champions League melawan Persib.
- Meskipun kalah 0-1, Ratchaburi tetap lolos ke perempat final dengan agregat skor akhir 3-1 atas Persib.
- Suporter Ratchaburi harus diamankan oleh polisi setelah pertandingan karena situasi panas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Suara.com - Laga AFC Champions League Two 2025-26 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api menyisakan cerita panas.
Pemain Ratchaburi FC dilaporkan nyaris menjadi korban lemparan sejumlah benda dari batu, botol hingga pecahan keramik dari tribun saat menghadapi Persib Bandung.
Dalam pertandingan tersebut, Ratchaburi takluk 0-1 lewat gol Andrew Jung pada menit ke-40. Meski kalah, wakil Thailand tetap lolos ke perempat final dengan agregat 3-1.
Melansir dari laporan Dailynews.co.th, situasi memanas sepanjang laga. Pemain Ratchaburi, termasuk Jesadakorn Wongkorn, mengungkapkan adanya lemparan batu, botol air, hingga suar yang diarahkan ke lapangan, bahkan saat sesi pemanasan.
Salah satu momen terekam ketika botol air hampir mengenai pemain Ratchaburi yang tengah berjalan menuju area pemanasan.

"Selain botol dan petasan, laporan menyebut pecahan keramik juga dilempar ke lapangan," tulis media Thailand tersebut.
Tim tamu terpaksa bergegas masuk ke lorong stadion usai pertandingan. Bahkan, suporter Ratchaburi yang hadir harus diamankan ke ruang ganti sebelum akhirnya keluar stadion dengan pengawalan ketat polisi.
Sementara itu, pelatih Ratchaburi, Worawut Srimaka, mengaku tidak terlalu terkejut dengan atmosfer panas di Indonesia.
“Ini pertandingan sulit. Tuan rumah mendapat dukungan besar. Tapi kami kembali fokus ke permainan. Kartu merah lawan menjadi titik balik penting,” ujarnya.
Baca Juga: Usai Permalukan Persib, Striker Ratchaburi FC Jadi Korban Rasis, Istri dan Anak Juga Diserang
Ia menambahkan bahwa atmosfer suporter Indonesia memang dikenal militan dan penuh gairah.
Pihak klub Thailand itu menyebut situasi sempat sulit dikontrol. Bahkan petugas AFC dan pemain Persib disebut berusaha menenangkan keadaan, namun sebagian suporter tetap tak terbendung.
“Kami tidak tahu siapa yang menjadi target ketika suporter masuk lapangan. Kami hanya bisa menjaga diri,” tulis perwakilan tim yang ikut mendampingi skuad.
Kontributor: Azka Putra