- Mantan pemain Al-Nassr, Shaye Sharahili, mengungkapkan bahwa Cristiano Ronaldo pernah mencoba berpuasa Ramadan pada tahun 2025 sebagai bentuk toleransi.
- Ronaldo hanya mampu bertahan puasa selama dua hari sebelum akhirnya berhenti karena merasa kesulitan menghadapi tantangan fisik dan perubahan rutinitas.
- Perubahan jadwal pertandingan liga yang larut malam dan pola tidur selama bulan Ramadan di Arab Saudi menjadi tantangan berat bagi pemain asing seperti Ronaldo.
Suara.com - Megabintang Al-Nassr, Cristiano Ronaldo, ternyata pernah mencoba ikut menjalankan ibadah puasa Ramadan bersama rekan-rekan setimnya di Arab Saudi.
Kapten Timnas Portugal tersebut diketahui hanya mampu bertahan menahan lapar dan dahaga selama dua hari sebelum akhirnya memutuskan untuk berhenti.
Fakta menarik mengenai pengalaman unik CR7 ini diungkapkan secara langsung oleh mantan pemain Al-Nassr, Shaye Sharahili.
Sharahili membeberkan cerita tersebut dalam sebuah sesi wawancara eksklusif dengan program "Studio Al-Jamahir" melalui aplikasi Thmanyah Sports.
Percobaan puasa ini dilakukan Ronaldo pada bulan Ramadan tahun lalu, tepatnya pada 2025, sebagai bentuk toleransi dan solidaritas yang tinggi.
Meskipun bukan seorang Muslim, Ronaldo memiliki keinginan kuat untuk merasakan langsung pengalaman spiritual dan fisik yang dijalani oleh rekan-rekannya di klub.
"Tahun lalu, Cristiano Ronaldo mencoba berpuasa bersama para pemain Muslim Al Nassr selama Ramadan. Dia berpuasa selama dua hari untuk merasakan apa yang dirasakan umat Muslim selama berpuasa," ujar Shaye Sharahili.
Namun, mantan bintang Real Madrid dan Manchester United itu akhirnya menyerah karena merasa metode menahan makan dan minum seharian sangatlah sulit bagi tubuhnya.
Sharahili menilai tindakan Ronaldo tersebut tetap patut diapresiasi sebagai gestur rasa hormat yang luar biasa terhadap budaya lokal dan tradisi rekan setimnya.
Baca Juga: Asisten Ten Hag Bongkar Konflik Cristiano Ronaldo di MU: Ogah Pressing, Pilih Angkat Kaki
Tantangan fisik bagi atlet profesional memang menjadi kendala utama dalam berpuasa, terutama karena adanya perubahan drastis dalam rutinitas harian.
Sharahili menjelaskan bahwa pemain asing seringkali menjadi pihak yang paling terdampak karena jadwal pertandingan liga di Arab Saudi kerap bergeser hingga larut malam.
Perubahan pola makan, jam tidur, dan waktu latihan yang berubah drastis menjadi tantangan besar yang harus dihadapi pesepak bola selama bulan suci.
Meski hanya bertahan singkat, upaya Ronaldo mencoba berpuasa menegaskan sisi profesionalisme dan kemampuannya beradaptasi dengan baik di lingkungan barunya.