- Media Inggris menobatkan Pascal Struijk sebagai salah satu rekrutan gratis terbaik Leeds United sejak 2018.
- Selama enam tahun membela klub, ia mencatat 184 penampilan dan nilai pasarnya meroket hingga 17 juta poundsterling.
- Bek keturunan Indonesia tersebut menolak tawaran naturalisasi karena berambisi menembus skuad utama tim nasional Belanda.
Suara.com - Nama bek keturunan Indonesia, Pascal Struijk kembali menjadi sorotan media Inggris.
Namun, kali ini bukan karena spekulasi transfer atau performa sesaat, melainkan karena ia dinobatkan sebagai salah satu rekrutan terbaik dalam sejarah Leeds United.
Media Inggris, Football Fancast secara khusus mengulas perjalanan karier Struijk dan menyebutnya sebagai sebuah bisnis transfer yang sangat menguntungkan bagi klub.
"Pascal Struijk adalah pemain lain yang bergabung dengan klub secara gratis pada periode yang sama, setelah tiba dari klub Belanda Ajax pada musim panas 2018," tulis Football Fancast.
Awal kariernya di Leeds memang tidak berjalan mulus. Ia hanya tampil lima kali di musim pertamanya.
Namun, di bawah arahan pelatih legendaris Marcelo Bielsa, Struijk perlahan tapi pasti menjelma menjadi pilar tak tergantikan di lini pertahanan.
"Ia hanya tampil lima kali selama musim promosi tersebut, sebelum menjadi pemain reguler tim utama di bawah asuhan Bielsa pada musim pertama klub kembali ke kasta tertinggi," sambung laporan tersebut.
Loyalitasnya teruji saat Leeds harus terdegradasi. Alih-alih mencari klub baru, ia memilih untuk tetap bertahan, bahkan sering dipercaya menyandang ban kapten.
"Meskipun terdegradasi, ia tetap berada di klub, sering mengenakan ban kapten dan mencapai tahap selanjutnya dalam kariernya, dan kepindahannya tampak seperti sebuah keputusan yang menguntungkan," tulis Football Fancast.
Baca Juga: Owen Hargreaves Masih Tak Habis Pikir dengan Pola Pikir Ruben Amorim Saat Latih MU
Hampir enam tahun sejak kedatangannya, ia telah mencatatkan total 184 penampilan untuk klub.
Musim ini pun ia tetap menjadi pilihan utama, terutama setelah tim beralih ke formasi tiga bek. Konsistensinya membuat nilai pasarnya meroket tajam.
"Saat ini, Transfermarkt menilainya seharga £17 juta. Angka tersebut menempatkannya sebagai pemain dengan nilai tertinggi bersama Anton Stach, Ethan Ampadu, dan Wilfried Gnonto di klub tersebut," jelas media tersebut.
Valuasinya bahkan kini lebih tinggi dari beberapa pemain lain yang lebih sering menjadi sorotan. Atas dasar inilah, Football Fancast tak ragu menempatkannya dalam daftar pembelian tersukses.
"Adapun Struijk, kepindahannya ke Leeds pada musim panas 2018 tentu akan tercatat sebagai salah satu pembelian terbaik klub dalam sejarah baru-baru ini, terutama jika ia terus berada di jalur yang sama," tutup laporan tersebut.
Struijk sendiri sebelumnya sempat santer dikaitkan dengan program naturalisasi Timnas Indonesia.
Namun, ia secara terbuka menolak kemungkinan tersebut karena masih berharap bisa menembus skuad tim nasional Belanda.