-
Sandy Walsh mencoba puasa seminggu di Belgia untuk menghargai rekan Muslim di Timnas Indonesia.
-
Pemain Buriram United ini mengaku tantangan terberat puasa adalah saat harus bangun pagi sahur.
-
Aksi Sandy Walsh ini murni demi toleransi dan memahami kekuatan mental atlet yang berpuasa.
Selama sepekan tersebut, Sandy menyadari bahwa ibadah puasa bukan hanya soal perut yang kosong tetapi juga disiplin.
Ia mendapatkan perspektif baru mengenai kekuatan mental luar biasa yang dimiliki oleh para pemain Muslim di kancah profesional.
Tantangan untuk tetap tampil eksplosif di level tertinggi sambil berpuasa memberinya rasa kagum yang amat mendalam bagi rekan-rekannya.
"Saya belajar banyak, saya respect kepada atlet atau siapa saja yang berpuasa Ramadhan, karena ini merupakan tantangan," imbuh Sandy Walsh.
Pengalaman spiritual dan fisik ini semakin mempererat ikatannya dengan budaya Indonesia yang sangat ia cintai sejak lama.
Semenjak menyandang status WNI pada tahun 2022, Sandy memang terus berusaha menyerap segala aspek kehidupan di tanah leluhurnya.
Fleksibilitasnya dalam beradaptasi tidak hanya terlihat di luar lapangan namun juga dalam lintasan karir sepak bola profesionalnya.
Setelah cukup lama meniti karir di kancah sepak bola Eropa, Sandy sempat mencari tantangan baru di Liga Jepang.
Ia tercatat pernah mengenakan seragam Yokohama F. Marinos pada periode musim kompetisi 2024–2025 yang penuh dengan persaingan ketat.
Kini, memasuki musim 2025–2026, sang pemain telah resmi menjadi bagian dari klub raksasa asal Thailand, Buriram United.
Kehadirannya di Asia Tenggara diharapkan mampu memberikan stabilitas pertahanan sekaligus daya dobrak yang lebih tajam bagi klubnya.
Sebagai pemain bertahan modern, Sandy memiliki kemampuan transisi yang sangat cepat serta keunggulan dalam memenangkan duel satu lawan satu.
Kombinasi pengalaman di kasta tertinggi Eropa dan Asia menjadikannya aset yang sangat berharga bagi pelatih Timnas Indonesia.
Meski kini jadwal pertandingannya sangat padat, cerita mengenai puasa seminggu tersebut tetap menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Pesan tentang toleransi dan saling menghargai perbedaan menjadi nilai utama yang ingin disampaikan oleh pemain bernomor punggung enam ini.