- Seorang santri berinisial Tari mengungkap dugaan pelecehan seksual oleh Kiai Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati.
- Pelaku melakukan modus manipulasi kedok pengobatan batin dan kedekatan guru untuk melecehkan santriwati secara bertahap.
- Akibat tindakan tersebut, Kiai Ashari telah ditangkap serta ditetapkan sebagai tersangka atas pencabulan terhadap puluhan santri.
Suara.com - Korban kiai bernama Ashari di Ponpes Ndholo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati akhirnya angkat bicara terkait dugaan pelecehan yang dialaminya selama berada di lingkungan pesantren tersebut.
Pengakuan korban disampaikan dalam sebuah podcast bersama Denny Sumargo yang tayang di YouTube dan kini menjadi perhatian publik.
Tari, nama samaran korban, mengungkap suasana di pesantren disebut sangat keras. Ia mengaku para santriwati kerap mendapat perlakuan kasar apabila tidak menuruti kemauan sang kiai.
“Di sana itu keras,” ujar Tari.
Ia kemudian melanjutkan, “Di sana itu menurutnya kalau tidak benar ya langsung sikat dipukul-pukul disikat. Ya sama oknum kiai itu tadi.”
Dalam keterangannya, Tari mengaku tindakan pelecehan yang dialaminya terjadi secara bertahap.
Awalnya, ia tidak menyadari bahwa perlakuan tersebut merupakan bentuk pelecehan karena dilakukan perlahan dan dibungkus dengan dalih kedekatan antara guru dan santri.
“Awal mula kan bertahap, nggak separah itu. Awal mula disuruh mijitin, terus dicium. Kalau dah selesai kan pamitan, terus dicium kanan-kiri. Di situ biasa. Kalau santri biasa cium tangan,” bebernya.
Menurut Tari, seiring berjalannya waktu perlakuan tersebut semakin mengarah pada tindakan yang tidak pantas. Ia mengaku sering diajak mengikuti kegiatan ziarah dan salawatan, baik berdua maupun bersama rombongan lain.
Dalam momen itulah, ia mulai diminta melakukan hal-hal yang membuatnya merasa tidak nyaman, termasuk diminta tidur bersama pelaku.
![Kiai Ashari dari pondok pesantren di Pati ditangkap karena kasus pencabulan terhadap puluhan santri [Hasil generate chatGPT dari bidik layar asli]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2026/05/07/47770-kiai-ashari-dari-pondok-pesantren-di-pati-ditangkap-karena-kasus-pencabulan-terhadap-puluhan-santri.jpg)
“Di sana kan ada guru tarikah. Bilangnya disuruh guru tarikah. Bagian dari nyembuhin sakit,” kata Tari.
Ia mengaku kerap diberi sugesti bahwa dirinya memiliki banyak penyakit batin seperti iri dan dengki sehingga harus menjalani “pengobatan” tertentu.
“Kamu itu banyak penyakitnya, obatnya harus gini,” ujar Tari menirukan perkataan pelaku terkait alasan tidur bersama tersebut. Saat itu, ia mengaku bingung dan tidak memahami maksud sebenarnya.
“Aku nggak nangkep gimana-gimana. Cuma dalam hati, kok aku seburuk itu. Kadang mau, kadang menolak,” jelasnya.
Meski mengalami berbagai tindakan yang diduga sebagai pelecehan seksual, Tari menegaskan dirinya tidak pernah sampai melakukan hubungan intim dengan sang kiai.