Maarten Paes Disebut Pembuat Masalah Terbesar Ajax Meski Tampil Gemilang Jadi Man of the Match

Pebriansyah Ariefana

Selasa, 03 Maret 2026 | 14:31 WIB
Maarten Paes Disebut Pembuat Masalah Terbesar Ajax Meski Tampil Gemilang Jadi Man of the Match
Maarten Paes (kiri) saat melakoni laga debut bersama Ajax Amsterdam (dok. ajax.nl)
baca 10 detik
  • Maarten Paes menjadi Man of the Match meski dikritik keras oleh legenda Ajax Amsterdam.

  • Kenneth Perez menyebut operan Maarten Paes lemah dan membahayakan pertahanan tim saat melawan Zwolle.

  • Adaptasi gaya main kiper modern menjadi tantangan utama Paes bersama Ajax dan Timnas Indonesia.

Suara.com - Kiper andalan Timnas Indonesia Maarten Paes baru saja menuntaskan laga penuh drama bersama Ajax Amsterdam.

Pertandingan sengit melawan PEC Zwolle di MAC PARK Stadion tersebut berakhir dengan skor imbang 0-0.

Menariknya Paes tampil nyentrik dengan mengenakan topi pelindung akibat cuaca panas yang menyengat lapangan hijau.

Penampilan tersebut membuat publik teringat karakter ikonik Genzo Wakabayashi dalam serial animasi sepak bola populer.

Meski berhasil mencatatkan nirbobol pertamanya ia justru mendapatkan sorotan tajam dari figur senior klub.

Mantan pemain pilar Ajax era awal 2000-an Kenneth Perez tidak sepenuhnya terkesan dengan aksi Paes.

Perez menyoroti blunder pada menit ke-65 yang hampir saja membuat gawang Ajax kebobolan secara konyol.

Kala itu sapuan bola dari kaki Paes justru membentur pemain lawan dan menciptakan kemelut berbahaya.

Eks pemain asal Denmark tersebut menilai akurasi umpan sang kiper sangat membahayakan stabilitas pertahanan tim.

baca juga

"Mereka punya pembuat masalah terbesar di gawang. Paes, dia memainkan umpan paling gila dan sangat lemah," ucap Perez.

Perez menekankan bahwa setiap pemain Ajax wajib memiliki kemampuan teknik dasar yang sempurna dalam mengalirkan bola.

Kesalahan distribusi dianggap sebagai dosa besar bagi tim yang mengandalkan penguasaan bola seperti De Godenzonen.

Pandit senior ESPN Belanda Marciano Vink juga turut memberikan analisis mendalam terkait kekurangan sang penjaga gawang.

Vink berpendapat bahwa Paes sedang mengalami fase adaptasi yang cukup sulit di kasta tertinggi Belanda.

Menurut analisis Vink kiper berusia 27 tahun tersebut sebelumnya tidak terbiasa terlibat dalam skema pembangunan serangan.

Tuntutan menjadi kiper modern memang mengharuskan Paes untuk lebih aktif dalam skema operan pendek dari belakang.

Walau distribusinya dikritik kualitas refleks Paes dalam mengantisipasi tembakan jarak dekat tetap mendapat apresiasi tinggi.

Ia terbukti sukses mementahkan dua peluang emas dari pemain Zwolle termasuk sepakan maut milik Koen Kostons.

Berkat ketangguhannya menghalau serangan lawan panitia pertandingan menobatkan Maarten Paes sebagai Man of the Match.

Raihan gelar individu ini membuktikan bahwa kehadiran Paes tetap krusial dalam mencuri satu poin di kandang lawan.

Statistik menunjukkan ia tetap menjadi tembok yang sulit ditembus meski sedang berjuang memperbaiki aspek operan bolanya.

Situasi di Ajax ini menjadi sinyal penting bagi John Herdman yang baru saja menahkodai Timnas Indonesia.

Herdman diprediksi akan menerapkan filosofi sepak bola modern yang menuntut peran aktif kiper dalam memulai serangan.

Pengalaman berharga di Eredivisie ini menjadi modal mental yang sangat besar bagi Paes sebelum membela Garuda.

Menghadapi tekanan suporter dan kritik pedas dari legenda klub akan membentuk karakter kepemimpinannya di lapangan.

Agenda FIFA Series 2026 mendatang akan menjadi pembuktian apakah Paes sudah mampu menyerap tuntutan sepak bola modern.

Kini fokus utama sang penjaga gawang adalah mempertahankan konsistensi performa pada pertandingan berat selanjutnya.

Laga menghadapi FC Groningen akan menjadi ujian berikutnya bagi Paes untuk membuktikan kapasitasnya sebagai pilihan utama.

Dukungan dari suporter Indonesia terus mengalir deras di media sosial seiring populernya julukan Genzo Paesbayashi.

Publik tanah air berharap Paes mampu segera menyempurnakan kemampuan build-up play sesuai ekspektasi tim kepelatihan Ajax.

Keberhasilan menjaga clean sheet adalah langkah awal yang positif dalam perjalanan kariernya di kompetisi Eropa tersebut.

Tantangan sesungguhnya bagi Paes adalah menjaga standar tinggi yang sudah ditetapkan oleh sejarah panjang klub Ajax.

Menyeimbangkan antara ketangguhan menjaga gawang dan kecerdasan mendistribusikan bola adalah kunci kesuksesannya di masa depan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Justin Hubner Tembus Eredivisie Team of The Week Usai Cetak Gol Kemenangan

Justin Hubner Tembus Eredivisie Team of The Week Usai Cetak Gol Kemenangan

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:14 WIB

Tak Hanya Garang di Lapangan, 3 Bintang Timnas Indonesia Ini Ternyata Jebolan Pesantren

Tak Hanya Garang di Lapangan, 3 Bintang Timnas Indonesia Ini Ternyata Jebolan Pesantren

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 14:07 WIB

Ivar Jenner Akui Super League Tak Jauh Berbeda dengan Liga Belanda, Ini Alasannya

Ivar Jenner Akui Super League Tak Jauh Berbeda dengan Liga Belanda, Ini Alasannya

Bola | Selasa, 03 Maret 2026 | 13:36 WIB

Terkini

Prancis vs Paraguay: Les Bleus Tak Hanya Lawan Albirroja, tapi Juga Suhu 38 Derajat

Prancis vs Paraguay: Les Bleus Tak Hanya Lawan Albirroja, tapi Juga Suhu 38 Derajat

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 12:20 WIB

Hasil Piala Dunia 2026: Sontekan Maut Jhon Arias Bawa Kolombia Singkirkan Ghana

Hasil Piala Dunia 2026: Sontekan Maut Jhon Arias Bawa Kolombia Singkirkan Ghana

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 11:09 WIB

Argentina Salahkan Lapangan usai Susah Payah Kalahkan Tanjung Verde

Argentina Salahkan Lapangan usai Susah Payah Kalahkan Tanjung Verde

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:54 WIB

Pelatih Tanjung Verde Bangga Hiu Biru Bikin Argentina Susah Payah di Piala Dunia 2026

Pelatih Tanjung Verde Bangga Hiu Biru Bikin Argentina Susah Payah di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 10:05 WIB

Robi Darwis Bongkar Alasan Tinggalkan Persib demi Arema FC

Robi Darwis Bongkar Alasan Tinggalkan Persib demi Arema FC

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 09:57 WIB

Lionel Messi Cetak 3 Rekor Gila saat Bantu Argentina Singkirkan Tanjung Verde

Lionel Messi Cetak 3 Rekor Gila saat Bantu Argentina Singkirkan Tanjung Verde

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:43 WIB

Cristiano Ronaldo Punya Pelatih Baru di Al Nassr

Cristiano Ronaldo Punya Pelatih Baru di Al Nassr

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:33 WIB

Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Pensiun, Masa Depan Ditentukan usai Piala Dunia 2026

Cristiano Ronaldo Buka Suara soal Pensiun, Masa Depan Ditentukan usai Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:25 WIB

Pelatih Mesir Rayakan Kemenangan dengan Bendera Palestina, Kirim Pesan Haru di Piala Dunia 2026

Pelatih Mesir Rayakan Kemenangan dengan Bendera Palestina, Kirim Pesan Haru di Piala Dunia 2026

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:20 WIB

Lionel Messi Tembus 20 Gol, Jauhi Kylian Mbappe di Daftar Top Skor Abadi Piala Dunia

Lionel Messi Tembus 20 Gol, Jauhi Kylian Mbappe di Daftar Top Skor Abadi Piala Dunia

Bola | Sabtu, 04 Juli 2026 | 08:09 WIB

×