- Tiga pemain Timnas Indonesia, termasuk Asnawi, Nadeo, dan Witan, memiliki latar belakang kuat sebagai mantan santri.
- Pengalaman sebagai santri diyakini membentuk disiplin dan akhlak kokoh pada atlet berprestasi tersebut.
- Asnawi Mangkualam, Nadeo Argawinata, dan Witan Sulaeman pernah menimba ilmu di berbagai pesantren di Indonesia.
Suara.com - Di balik kegarangan mereka saat membela panji Merah Putih di lapangan hijau, tak banyak yang tahu bahwa beberapa bintang Timnas Indonesia ternyata memiliki latar belakang religius yang kuat.
Sebelum meniti karier sebagai pesepakbola profesional, tiga nama besar ini pernah mendalami ilmu agama dengan menjadi santri di pondok pesantren.
Perpaduan antara tempaan disiplin di pesantren dan kerja keras di lapangan terbukti berhasil melahirkan atlet-atlet jempolan yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memiliki fondasi akhlak yang kokoh. Siapa saja mereka:
1. Asnawi Mangkualam
Sang kapten andalan Timnas Indonesia ini ternyata pernah menimba ilmu di salah satu pondok pesantren di Makassar.
Fondasi agama yang ia dapatkan sejak dini terlihat membentuk karakternya yang tenang namun tegas.
Bahkan dalam momen-momen krusial seperti jelang laga kontra Malaysia di Piala AFF 2020, Asnawi pernah tertangkap kamera sedang khusyuk berzikir.
2. Nadeo Argawinata
Benteng kokoh di bawah mistar gawang Skuad Garuda ini juga merupakan seorang santri.
Nadeo Argawinata yang berasal dari Kediri, Jawa Timur, diketahui pernah belajar di Pondok Pesantren Al-Husna, Kediri.
Kini kiper andalan Borneo FC itu terus menunjukkan performa gemilang dan berpeluang besar kembali dipanggil untuk memperkuat timnas di era John Herdman.
3. Witan Sulaeman
Winger lincah yang menjadi salah satu motor serangan Timnas Indonesia, Witan Sulaeman juga memiliki latar belakang sebagai santri.
Ia pernah menimba ilmu di Pesantren Syaikh Zainuddin Abdul Majid Anjani, yang berlokasi di Lombok Timur, NTB.
Ketaatannya dalam beragama bahkan ia buktikan saat menunaikan Rukun Islam kelima, ibadah haji, pada tahun 2024 lalu di usianya yang masih sangat muda, 22 tahun.