Media Malaysia Ikut Soroti Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Arief Apriadi

Kamis, 02 April 2026 | 17:30 WIB
Media Malaysia Ikut Soroti Polemik Paspor Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie
Gol solo run Dean James di menit akhir bantu Go Ahead Eagles kalahkan Feyenoord 2-1. [Dok. IG Go Ahead Eagles]
baca 10 detik
  • Media Malaysia, Palataoball, menuduh pemain Timnas Indonesia seperti Nathan Tjoe-A-On dan Dean James menggunakan paspor tidak sah di Liga Belanda.
  • Tuduhan tersebut dibantah keras karena masalah sebenarnya adalah soal administrasi perubahan status kewarganegaraan dari Uni Eropa menjadi non-Uni Eropa.
  • Pemain non-Uni Eropa wajib memenuhi syarat izin kerja dan gaji minimum 600 ribu euro, sementara kontrak lama pemain belum disesuaikan oleh pihak klub.

Suara.com - Polemik terkait status kewarganegaraan pemain abroad Timnas Indonesia di Liga Belanda rupanya memancing respons dari negara tetangga.

Media Malaysia, Palataoball, ikut meramaikan perbincangan dengan melontarkan tuduhan yang cukup serius.

Mereka menuding bahwa ada sejumlah pemain Indonesia yang bermain di liga domestik Belanda menggunakan paspor yang tidak sah.

Tiga nama pilar skuad Garuda yang menjadi sorotan tajam adalah Nathan Tjoe-A-On, Dean James, dan Tim Geypens.

Isu sensitif yang dihembuskan media ini sontak memicu perdebatan panas dan kemarahan di berbagai platform media sosial.

Dalam unggahannya, Palataoball secara blak-blakan menuding adanya pelanggaran aturan liga oleh pihak klub maupun pemain.

Mereka mengklaim bahwa para pemain tersebut masih didaftarkan untuk bermain menggunakan paspor Belanda.

Padahal, faktanya ketiga pemain tersebut sudah resmi mengambil sumpah WNI dan membela panji Timnas Indonesia di kancah internasional.

Namun, tuduhan bernada provokatif tersebut langsung dibantah habis-habisan oleh netizen dan para pengamat sepak bola Indonesia.

baca juga

Banyak pihak menilai bahwa narasi informasi yang disampaikan oleh media Malaysia tersebut sama sekali tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Sejumlah akun komunitas suporter bahkan turun tangan memberikan klarifikasi detail mengenai duduk perkara yang sebenarnya.

Berdasarkan penjelasan yang ada, akar masalah yang tengah terjadi bukanlah soal praktik pemalsuan dokumen paspor.

Kasus pelik ini murni berkaitan dengan persoalan administrasi pendaftaran pemain di otoritas liga setempat.

Masalah utama berpusat pada status kewarganegaraan ganda yang tidak diakui oleh hukum negara Belanda.

Ketika seorang warga negara secara sukarela mengambil sumpah sebagai WNI, ia otomatis kehilangan status kewarganegaraannya di Belanda.

Kehilangan paspor lokal ini berdampak langsung pada regulasi ketat di kompetisi kasta tertinggi seperti Eredivisie.

Aturan terbaru mengharuskan pemain berstatus non-Uni Eropa untuk memenuhi sejumlah persyaratan administratif yang sangat ketat.

Syarat utama yang harus dipenuhi mencakup kepemilikan izin kerja yang sah serta pemenuhan standar gaji minimum.

Regulasi menetapkan bahwa nilai minimal gaji bagi pemain non-Uni Eropa menyentuh angka 600 ribu euro atau sekitar belasan miliar rupiah per tahun.

Masalah birokrasi ini muncul karena kontrak lama para pemain dibuat saat mereka masih berstatus sebagai pemain lokal Belanda.

Ketika status kewarganegaraan mereka berubah menjadi WNI, pihak klub ternyata belum melakukan penyesuaian nilai kontrak dan izin kerja yang baru.

Kasus Dean James di klub Go Ahead Eagles menjadi contoh paling nyata dari permasalahan administratif ini.

Situasi celah hukum ini kemudian dimanfaatkan oleh klub rival, NAC Breda, untuk melayangkan protes resmi.

Mereka secara spesifik mempertanyakan kelayakan administrasi Dean James saat diturunkan bermain melawan timnya.

Aduan administratif inilah yang kemudian memicu efek domino dan menyeret nama-nama pemain keturunan lainnya.

Saat ini, Federasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) tengah melakukan proses investigasi mendalam terkait kasus ini.

Selama proses penyelidikan berjalan, klub-klub memilih langkah aman dengan menonaktifkan sementara para pemain yang bersangkutan.

Langkah pembekuan ini diambil semata-mata untuk menghindari sanksi akibat potensi pelanggaran regulasi liga, bukan karena adanya pemalsuan paspor.

Kesimpulannya, polemik ini murni masalah sinkronisasi administrasi klub dengan regulasi ketat liga Belanda.

Oleh karena itu, tuduhan penggunaan paspor palsu yang dilontarkan oleh media Malaysia tersebut bisa dipastikan tidak memiliki dasar fakta yang kuat.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Sempat Jadi Lawan Timnas Indonesia, 4 Negara ini Lolos ke Piala Dunia 2026

Sempat Jadi Lawan Timnas Indonesia, 4 Negara ini Lolos ke Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 16:50 WIB

Ironi Elkan Baggott: 2 Laga di Timnas Indonesia Lewati Menit Bermain Semusim di Ipswich Town

Ironi Elkan Baggott: 2 Laga di Timnas Indonesia Lewati Menit Bermain Semusim di Ipswich Town

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 16:41 WIB

Ole Romeny Ketagihan Gaya Main Timnas Indonesia Era John Herdman

Ole Romeny Ketagihan Gaya Main Timnas Indonesia Era John Herdman

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 16:27 WIB

4 Negara yang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Lolos ke Piala Dunia 2026

4 Negara yang Lawan Timnas Indonesia di Kualifikasi Lolos ke Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 15:51 WIB

Rapor Mentereng Dony Tri Pamungkas, Bikin Pelatih Timnas Indonesia Terkesima

Rapor Mentereng Dony Tri Pamungkas, Bikin Pelatih Timnas Indonesia Terkesima

Bola | Kamis, 02 April 2026 | 15:18 WIB

Terkini

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Optimalkan Sistem Payroll Perusahaan dengan QLola by BRI

Malang | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:50 WIB

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

QLola by BRI Kelola Payroll Perusahaan dengan Lebih Efisien

Lampung | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:46 WIB

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

Prabowo Pimpin Upacara di Lubang Buaya, Puan Bacakan Ikrar Hari Kesaktian Pancasila

News | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Berikut Cara Mengelola Payroll Perusahaan agar Lebih Efisien

Sumsel | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:43 WIB

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

5 Zodiak Paling Rentan Kena Manipulasi saat Pacaran dengan Cancer, Hati-hati!

Lifestyle | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:42 WIB

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Gudang Jabodetabek Nyaris Penuh, JIEP Genjot Ekspansi di Pulogadung

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:39 WIB

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Pelaku Ditangkap, Ini Kronologi Penusukan Viral di Warung Bakso Dumai

Riau | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:37 WIB

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Sinopsis Live Long and Prosper, Dracin Fantasi yang Dibintangi Dylan Wang

Your Say | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:35 WIB

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Sirkuit Mijen Jadi Tantangan Berat, Drift King of Mijen Diperebutkan Akhir Pekan Ini

Jawa Tengah | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:31 WIB

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Pemerintah Mau Salurkan BSU Rp300.000, Anggaran Rp12 Triliun Sudah Disiapkan

Bisnis | Kamis, 01 Oktober 2026 | 08:19 WIB

×