Mauricio Souza berkomitmen memperbaiki kedisiplinan pemain Persija Jakarta demi menjaga poin penting di klasemen.
Pelatih merespons kritik The Jakmania terkait banyaknya kartu kuning dan merah yang merugikan tim.
Persija Jakarta fokus meningkatkan profesionalisme pemain untuk menghindari kerugian akibat keputusan wasit yang kaku.
Suara.com - Pelatih Persija Jakarta, Mauricio Souza, akhirnya angkat bicara setelah timnya mendapat sindiran dari The Jakmania. Ia mengaku memahami kekecewaan suporter terhadap performa Macan Kemayoran, khususnya terkait masalah disiplin di lapangan.
Dalam laga melawan Persebaya Surabaya di SUGBK, Sabtu (11/4/2026), sejumlah spanduk bernada kritik terlihat menghiasi tribune.
Sorotan utama mengarah pada banyaknya kartu yang diterima pemain Persija, yang dinilai kerap merugikan tim.
![Pertemuan antara Jakmania dan suporter PSIM Yogyakarta menimbulkan dorongan kuat dari I.League, operator Super League, untuk mendorong PSSI meninjau kembali larangan suporter tandang. [Instagram @brajamusti_senopati_1929]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/12/01/95892-jakmania-dan-suporter-psim-yogyakarta.jpg)
Sepanjang musim ini, Persija memang tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi kartu terbanyak. Bahkan, dalam tujuh pertandingan, mereka harus bermain tanpa kekuatan penuh akibat kartu merah.
“Kami kehilangan banyak poin di kompetisi karena kartu dan kita melihat hal ini tidak terjadi pada tim-tim yang berada di papan atas,” kata Mauricio Souza beberapa waktu lalu.
Di sisi lain, pelatih asal Brasil tersebut juga menilai ada beberapa keputusan wasit yang tidak menguntungkan timnya. Ia menyebut standar penilaian terhadap pemain Persija terkadang terlalu ketat.
Salah satu yang disorot adalah insiden di kotak penalti saat menghadapi Persebaya, ketika Allano Lima justru mendapat kartu kuning.
Selain itu, ia juga menyinggung pelanggaran keras terhadap Rayhan Hannan yang tidak berujung hukuman bagi lawan.
“Namun saya juga merasa bahwa di beberapa momen, ada kriteria yang sangat kaku terhadap pemain Persija,” ujarnya.
Meski begitu, Mauricio Souza tetap mengakui kritik dari suporter memiliki dasar yang kuat. Ia menegaskan Persija harus segera berbenah dan meningkatkan disiplin agar tidak kembali dirugikan oleh kartu.
“Suporter mempunyai alasan yang tepat. Tim kami merupakan klub profesional dan berpengalaman. Ke depannya tidak boleh lagi mendapatkan kartu-kartu seperti yang sudah kami terima,” pungkasnya.