- Pelatih Graham Arnold menilai Timnas Indonesia dirugikan oleh keputusan AFC terkait penunjukan tuan rumah babak keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026.
- AFC menetapkan Arab Saudi dan Qatar sebagai tuan rumah pertandingan, meskipun penunjukan tersebut dianggap tidak sesuai peringkat FIFA Irak.
- Jadwal pertandingan yang padat dan singkat merugikan persiapan Timnas Indonesia saat harus menghadapi Arab Saudi serta Irak pada Oktober 2025.
“Tim-tim yang berperingkat lebih tinggi menjadi tuan rumah. Saya pikir kami akan menjadi tuan rumah karena Qatar berada di peringkat ke-53, Irak ke-57 dan Arab Saudi ke-58. Tetapi, entah bagaimana, Arab Saudi yang menjadi tuan rumah," jelas Arnold.
"Indonesia tiba pada hari Senin dan beberapa pemain mereka baru bergabung pada Selasa. Kemudian mereka langsung bermain melawan Arab Saudi pada hari Rabu. Kami bermain melawan Indonesia pada hari Sabtu dan menang,” lanjutnya.
Menurut Arnold, keuntungan jadwal juga sangat terasa bagi Arab Saudi yang bertindak sebagai tuan rumah.
“Sementara itu, Arab Saudi selaku tuan rumah mendapat istirahat enam sampai tujuh hari. Kemudian kami menghadapi Arab Saudi hanya dua atau tiga hari setelah pertandingan pertama kami,” tutup pelatih asal Australia tersebut.
Adapun Irak sendiri akhirnya lolos ke Piala Dunia 2026 setelah menjalani playoff antar konfederasi mengalahkan Bolivia dengan skor 2-1.