-
Timnas Indonesia masuk Grup A bersama Vietnam, Myanmar, dan Timor Leste di AFF U-19.
-
Pelatih Nova Arianto memulai pemusatan latihan di Yogyakarta pada tanggal 10 Mei mendatang.
-
Sumatera Utara resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan ASEAN U-19 Boys Championship 2026 mendatang.
Suara.com - Ambisi besar Timnas Indonesia U-19 untuk mempertahankan takhta juara Asia Tenggara akan langsung diuji oleh rival abadi, Vietnam.
Hasil pengundian menempatkan skuat Garuda Muda di Grup A dalam turnamen yang akan digelar di Sumatera Utara.
Persaingan ketat ini menuntut kesiapan fisik dan mental baja dari para pemain muda di bawah asuhan Nova Arianto.

Langkah awal menuju podium juara akan dimulai dengan pemusatan latihan intensif di Yogyakarta dalam waktu dekat.
Timnas Indonesia membawa beban sejarah sebagai juara edisi sebelumnya yang menyapu bersih semua laga dengan kemenangan.
"Berada di Grup A bersama Vietnam tentu tantangan tersendiri, tetapi kami siap," kata Nova dalam keterangannya.
Pelatih kepala menekankan bahwa status sebagai pemegang gelar juara saat ini bukanlah beban melainkan pemicu semangat.
![Timnas Indonesia Ditargetkan Lolos ke Piala Dunia 2038, Media Asing: Gak Bisa Dipungkiri... [Instagram Timnas Indonesia]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/03/07/31232-timnas-indonesia-u-19.jpg)
Staf kepelatihan telah menyusun program khusus guna menjaga performa pemain agar tetap berada pada level tertinggi.
"Status juara bertahan memberikan tekanan, namun itu harus menjadi motivasi ekstra bagi anak-anak. Kami akan memulai pemusatan latihan di Yogyakarta pada 10 Mei untuk memastikan tim dalam kondisi puncak," jelasnya.
Selain Vietnam, Indonesia juga akan bersaing dengan Timor Leste dan Myanmar untuk memperebutkan tiket fase gugur.
Ketua Umum PSSI memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah Sumatera Utara berjalan maksimal untuk menyukseskan turnamen ini.
Ajang internasional ini dipandang sebagai kesempatan emas bagi para pesepak bola muda lokal untuk mencuri perhatian dunia.
Erick Thohir mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam menyiapkan infrastruktur dan atmosfer pertandingan yang kompetitif.
"Keberhasilan penyelenggaraan adalah kerja bersama. PSSI tidak bisa berjalan sendiri tanpa dukungan penuh dari pemerintah daerah dan masyarakat Sumatera Utara," ucapnya.
Sinergi antara prestasi tim nasional dan kualitas penyelenggaraan menjadi fokus utama federasi sepanjang bulan Juni mendatang.