- Piala Dunia 2026 di Amerika Utara memperluas peserta menjadi 48 tim untuk meningkatkan inklusivitas kompetisi sepak bola dunia.
- Empat negara yaitu Cape Verde, Yordania, Curaçao, dan Uzbekistan berhasil mencetak sejarah dengan lolos ke putaran final pertama.
- Keberhasilan keempat negara tersebut membawa dampak positif bagi perkembangan sepak bola di wilayah asal masing-masing negara peserta.
Suara.com - Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dipastikan menjadi salah satu edisi paling bersejarah dalam dunia sepak bola.
Ekspansi peserta menjadi 48 tim membuka peluang lebih besar bagi negara-negara yang sebelumnya hanya menjadi penonton di panggung dunia.
Tahun ini, empat negara sukses mencetak sejarah dengan lolos ke putaran final Piala Dunia untuk pertama kalinya, yakni Cape Verde, Curaçao, Yordania, dan Uzbekistan.
Cape Verde: Hiu Biru dari Afrika
![Cape Verde, resmi mencatat sejarah untuk kali pertama lolos ke Piala Dunia. [Instagram @caf_online]](https://media.suara.com/pictures/653x366/2025/10/14/90260-cape-verde.jpg)
Cape Verde, negara kepulauan kecil di pesisir barat Afrika, berhasil menjuarai Grup D kualifikasi zona Afrika.
Dengan populasi sekitar 525 ribu jiwa, mereka menjadi salah satu negara terkecil yang pernah tampil di putaran final Piala Dunia.
Bek Roberto “Pico” Lopes mengenang suasana emosional saat timnya memastikan tiket usai menang 3-0 atas Eswatini pada Oktober lalu.
“Saya seharusnya tidur siang sebelum pertandingan, tetapi salah satu pemain memutar musik dengan pengeras suara,” ujarnya kepada ESPN.
Musik tradisional funaná dan hidangan khas cachupa disebut menjadi bagian penting dalam membangun kebersamaan skuad berjuluk The Blue Sharks.
Yordania: Dari Petra ke Panggung Dunia

Yordania memastikan tiket bersejarah ke Piala Dunia 2026 setelah menang 3-0 atas Oman.
Negara yang dikenal lewat situs warisan dunia UNESCO, Petra, kini juga mulai diperhitungkan di sepak bola internasional.
Antusiasme suporter Yordania semakin meningkat sejak performa impresif mereka di Piala Asia 2023.
“Mousa Al-Tamari dan kecepatannya yang luar biasa harus menjadi nama pertama yang diingat saat membicarakan Yordania,” kata suporter mereka, Zaid Al Atiyat.
Keberhasilan ini menjadi pencapaian besar bagi sekitar 11,5 juta penduduk Yordania.
Curacao: Negara Terkecil di Piala Dunia

Curaçao mencetak sejarah sebagai negara dengan populasi terkecil yang lolos ke putaran final Piala Dunia.
Negara Karibia tersebut hanya memiliki sekitar 156 ribu penduduk.
Curaçao memanfaatkan absennya beberapa negara kuat CONCACAF untuk merebut tiket bersejarah tersebut.
Drama terjadi saat laga penentuan melawan Jamaika, ketika penalti lawan dibatalkan VAR di menit akhir.
“Jantung saya berhenti beberapa detik ketika mereka mendapat penalti, tetapi VAR membatalkannya,” ujar pemimpin kelompok suporter, Brenton Balentien.
Meski banyak pemain lahir di Belanda, gaya dukungan suporter Curaçao dikenal penuh warna dan semangat seperti pendukung Brasil.
Uzbekistan Akhirnya Pecah Telur

Uzbekistan akhirnya memutus kutukan gagal lolos yang menghantui mereka selama puluhan tahun.
Negara di kawasan Asia Tengah itu tampil impresif sepanjang kualifikasi dan memastikan tiket ke Amerika Utara tanpa kekalahan di putaran kedua.
“Sepak bola tidak diragukan lagi adalah olahraga paling dicintai di Uzbekistan,” kata suporter mereka, Jaloliddin Makhmudov.
Selain sepak bola, Uzbekistan juga dikenal lewat plov, hidangan nasi tradisional yang menjadi kebanggaan nasional.
Di bawah arahan Fabio Cannavaro, Uzbekistan diprediksi menjadi salah satu kuda hitam yang menarik perhatian di fase grup.
Pemain muda Abbos Fayzullaev juga diperkirakan menjadi salah satu sorotan dari Asia Tengah di Piala Dunia 2026.
Kehadiran empat debutan ini menunjukkan bahwa sepak bola dunia kini semakin kompetitif dan inklusif bagi banyak negara.