Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk

Pebriansyah Ariefana

Jum'at, 29 Mei 2026 | 18:05 WIB
Pep Guardiola: Liverpool Era Jurgen Klopp Adalah Mimpi Buruk
Manajer Liverpool, Jurgen Klopp bereaksi di pinggir lapangan selama pertandingan pekan ke-32 Liga Inggris 2023-2024 antara Manchester United vs Liverpool di Old Trafford, Minggu (7/3/2024). [Dok. AFP]
baca 10 detik
  • Pep Guardiola resmi menyudahi karier legendarisnya di Manchester City dengan koleksi 20 trofi.

  • Liverpool era Jürgen Klopp diakui Guardiola sebagai musuh paling menakutkan dan mimpi buruk terbesar.

  • Kedua manajer legendaris tersebut berencana menggelar makan malam bersama setelah resmi pensiun berdua.

Suara.com - Persaingan sengit di kasta tertinggi sepak bola Inggris menyisakan trauma taktis yang mendalam bagi seorang Pep Guardiola. Mantan bos Manchester City ini blak-blakan menyebut Liverpool era Jurgen Klopp sebagai momok paling menakutkan yang pernah ia hadapi.

Pernyataan emosional ini menandai akhir dari dominasi panjang sang arsitek asal Spanyol di Premier League. Guardiola resmi menyudahi masa baktinya yang bergelimang 20 trofi setelah menelan kekalahan 1-2 dari Aston Villa di laga pamungkas.

Rivalitas legendaris ini tidak lahir dalam semalam, melainkan hasil dari 30 pertempuran sengit di berbagai kompetisi. Klopp unggul tipis dengan 12 kemenangan, sementara Guardiola mengemas 11 keunggulan, dan 7 laga sisa berakhir imbang.

Jurgen Klopp dirumorkan bakal jadi pengganti Xabi Alonso jika Real Madrid dikalahkan Manchester City di Liga Champions [Instagram]
Jurgen Klopp dirumorkan bakal jadi pengganti Xabi Alonso jika Real Madrid dikalahkan Manchester City di Liga Champions [Instagram]

Bara permusuhan taktis dua pelatih genius ini sebenarnya sudah menyala sejak mereka masih berkarier di Bundesliga Jerman. Saat itu, Guardiola menakhodai Bayern Munich sedangkan Klopp menjadi konseptor utama permainan Borussia Dortmund.

Ketegangan tersebut kemudian bermigrasi ke tanah Inggris dan mencapai puncaknya pada musim kompetisi 2018-2019. Liverpool secara luar biasa mengumpulkan 97 poin, namun harus merelakan gelar juara ke tangan City dengan selisih satu poin saja.

Meski armada Klopp sempat menguasai takhta pada musim 2019-2020, Guardiola langsung membalasnya dengan menyapu bersih empat gelar liga berikutnya. Termasuk musim 2022-2023, saat City mengoleksi 93 poin dan kembali menundukkan Liverpool lewat drama keunggulan satu angka.

Pep Guardiola tegaskan Manchester City siap jaga asa juara meski Arsenal unggul poin. Ia sebut City akan terus mengintai dan siap kudeta puncak klasemen jika rival terpeleset. [Dok. IG Manchester City]
Pep Guardiola tegaskan Manchester City siap jaga asa juara meski Arsenal unggul poin. Ia sebut City akan terus mengintai dan siap kudeta puncak klasemen jika rival terpeleset. [Dok. IG Manchester City]

Walaupun lemari piala Manchester City jauh lebih penuh, Guardiola tidak pernah menganggap remeh kekuatan sang rival. Bagi pria berusia 55 tahun tersebut, setiap bentrokan melawan The Reds selalu menguras energi dan konsentrasi.

Dalam sebuah sesi wawancara khusus bersama musisi legendaris Oasis, Noel Gallagher, di situs resmi klub, Guardiola mengutarakan isi hatinya.

"Demi kualitas lawan yang kami hadapi, kami telah menghadapi banyak lawan tetapi Liverpool adalah mimpi buruk. Setiap saat, itu adalah mimpi buruk," kata Guardiola dikutip dari ESPN, Jumat (29/5/2026).

baca juga

Kendati demikian, hubungan personal di antara kedua juru taktik ini tetap terjaga dengan sangat profesional di luar lapangan. Guardiola bahkan menegaskan komitmennya untuk tetap menjalin komunikasi setelah keduanya sama-sama menanggalkan jabatan manajer.

"Hubungan itu sangat baik. Selalu sangat baik, bahkan saat masih di Jerman. Kami saling berhadapan berkali-kali saat dia berada di Dortmund."

"Kami belum pernah makan malam bersama sekali pun, tetapi sekarang hal itu akan terjadi."

Guardiola menyadari bahwa kekuatan utama Liverpool bukan sekadar strategi di atas kertas, melainkan militansi pemain saat berlaga. Atmosfer stadion juga menjadi faktor pembeda yang sering kali meruntuhkan mentalitas tim tamu.

"Mereka sangat, sangat bagus pertama-tama. Tetapi pada saat mereka menghadapi kami, mereka tahu bahwa itu adalah pertandingan terbaik dari mereka dan yang terbaik di Anfield."

"Anfield memiliki sejarah yang tidak dimiliki stadion mana pun. Jarang ada tim yang bisa menang di Anfield. Tempat yang sangat sulit bagi saya karena cara mereka bermain, bukan hanya karena stadionnya."

Rivalitas antara Pep Guardiola dan Jürgen Klopp diakui global sebagai salah satu persaingan manajerial paling berkualitas dalam sejarah sepak bola modern. Keduanya berhasil merevolusi standar taktik sepak bola Inggris melalui pendekatan Gegenpressing dan Positional Play.

Pertemuan terakhir mereka di panggung domestik menandai berakhirnya sebuah era keemasan di Premier League. Kini, setelah kedua manajer legendaris ini hengkang, peta persaingan sepak bola Inggris diprediksi akan memasuki babak baru yang berbeda.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Pep Guardiola Hengkang, Ruben Dias Pertimbangkan Pergi dari Manchester City

Pep Guardiola Hengkang, Ruben Dias Pertimbangkan Pergi dari Manchester City

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:58 WIB

Pep Guardiola Dikabarkan Tertarik Latih Timnas Inggris

Pep Guardiola Dikabarkan Tertarik Latih Timnas Inggris

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:54 WIB

Ibrahima Konate Tinggalkan Liverpool Gratis, Krisis Lini Belakang Paksa Arne Slot Cari Bek Baru

Ibrahima Konate Tinggalkan Liverpool Gratis, Krisis Lini Belakang Paksa Arne Slot Cari Bek Baru

Bola | Jum'at, 29 Mei 2026 | 10:05 WIB

Terkini

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

KPK Sita Duit Rp3,3 Miliar dan Emas Ratusan Gram di OTT BNPB

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:28 WIB

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

KPK Ungkap OTT di BNPB Berkaitan dengan Penyalahgunaan Dana Siap Pakai

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:26 WIB

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Bagaimana Cara Mematikan Auto Translate Grok di X? Begini Langkah Mudahnya

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:24 WIB

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Mengenal Cyanotype, Teknik Fotografi Klasik dari Daun dan Sinar Matahari

Tekno | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:23 WIB

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Mie Ayam: Comfort Food Pelampiasan Lelah Kerja Kaum Mendang-Mending Sehabis Gajian

Your Say | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:21 WIB

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Respons Kapolri Suyudi soal Instruksi Prabowo Latih 70.000 Polisi Hutan

Video | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:20 WIB

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

OTT BNPB, Adik Kepala BNPB Suharyanto Jadi Satu dari Lima Tersangka

News | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:19 WIB

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

7 Produk Solusi Organic Renewage Martha Tilaar yang Bikin Kulit Kencang di Usia 40 Tahun

Lifestyle | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:17 WIB

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Blackout Batam, Bahlil Ungkap Dugaan Penyebab dan Buka Opsi Kompensasi

Batam | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:16 WIB

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Mengapa Ojol Harus Jadi Transportasi Umum

Bisnis | Rabu, 14 Oktober 2026 | 18:15 WIB

×