- Lionel Messi mencetak hattrick saat Argentina mengalahkan Aljazair 3-0 pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di Kansas City.
- Penampilan tersebut mencatatkan rekor gol terbanyak dari luar kotak penalti serta menyamai torehan gol Miroslav Klose.
- Presiden AFA, Claudio Tapia, membawa pulang bola pertandingan tersebut sebagai simbol sejarah atas pencapaian luar biasa Messi.
Suara.com - Penampilan luar biasa Lionel Messi pada laga pembuka Piala Dunia 2026 menghadirkan cerita unik di luar lapangan.
Presiden Asosiasi Sepak Bola Argentina (AFA), Claudio Tapia, kedapatan membawa pulang bola pertandingan usai kemenangan 3-0 atas Aljazair.
Momen tersebut dibagikan Tapia melalui media sosial dengan gaya santai.
Dalam unggahannya, ia terlihat memegang bola sambil mengenakan kacamata hitam dan melontarkan candaan soal aksinya itu.
“Mendampingi tim hebat penuh talenta dan pemain terbaik dunia. P.S.: Ya, ini bola dari tiga gol nomor 10; dan kacamata ini karena presiden juara dunia memakai apa pun yang dia mau,” tulis Tapia.
Bola tersebut menjadi simbol malam bersejarah bagi Messi.
Kapten Argentina itu mencetak hattrick pertamanya di ajang Piala Dunia sekaligus menyamai rekor Miroslav Klose sebagai top skor sepanjang masa dengan 16 gol.
Tak hanya itu, dua dari tiga gol Messi dicetak dari luar kotak penalti.
Catatan tersebut membuatnya kini memegang rekor baru sebagai pemain dengan gol terbanyak dari luar kotak penalti di Piala Dunia, melampaui legenda Brasil, Rivellino.
Sementara itu, pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, mengaku kehabisan kata usai penampilan luar biasa Lionel Messi pada laga pembuka Piala Dunia 2026.
Hattrick Messi saat mengalahkan Aljazair 3-0 di Kansas City membuat sang pelatih hanya bisa memberikan pujian emosional.
“Saya tidak punya kata-kata. Saya memeluknya, menciumnya, dan bilang saya sangat menyayanginya, karena sudah tidak tahu lagi harus berkata apa,” ujar Scaloni dilansir dari TycSport.
Scaloni menegaskan bahwa kontribusi Messi bukan hanya soal gol, tetapi juga pengaruh besar yang ia berikan di lapangan.
Scaloni bahkan menyampaikan perasaan yang mulai dirasakan banyak pecinta sepak bola dunia.
“Kita akan merindukannya saat ia tidak bermain lagi. Mari kita nikmati dia sekarang, itu yang paling penting,” lanjutnya.