- Jurnalis Belanda, Sam van Raalte, menulis buku De Voetbalrepubliek mengenai keterkaitan kuat antara sepak bola dan politik di Indonesia.
- Sam menyoroti adanya kecenderungan pihak tertentu memanfaatkan kesuksesan Timnas Indonesia sebagai alat kepentingan pencitraan politik pribadi.
- Ia mengagumi antusiasme suporter Indonesia yang dinilai memiliki loyalitas luar biasa dan menjadi bagian penting identitas sosial masyarakat.
Suara.com - Perjalanan Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir mendapat perhatian khusus dari jurnalis asal Belanda, Sam van Raalte.
Lewat bukunya yang berjudul De Voetbalrepubliek, pria asal Den Haag itu mengungkap pandangannya mengenai perkembangan sepak bola Indonesia yang dinilai tidak bisa dilepaskan dari pengaruh politik.
Sam mengaku mengikuti secara langsung perkembangan Timnas Indonesia dalam sejumlah kesempatan.
Bahkan, ia sempat melakukan perjalanan bersama skuad Garuda hingga ke Arab Saudi saat tim masih ditangani Patrick Kluivert.
Dari hasil pengamatannya, Sam melihat sepak bola Indonesia memiliki potensi yang luar biasa besar.

Namun, di balik kemajuan yang terjadi, ia menilai ada kecenderungan keberhasilan Timnas Indonesia dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu untuk kepentingan pencitraan.
“Saya merasa kasihan kepada para pemain dan tentu saja kepada masyarakat Indonesia, tetapi di sisi lain saya juga belajar bagaimana politikus mencoba menggunakan kesuksesan untuk citra mereka sendiri,” kata Sam van Raalte dikutip dari Omroep West.
Menurut jurnalis berusia 35 tahun tersebut, hubungan antara dunia sepak bola dan politik di Indonesia sudah berlangsung sangat erat.
Bahkan, ia menilai kedua hal itu sering kali berjalan beriringan dalam berbagai dinamika yang terjadi di sepak bola nasional.
“Politik dan sepak bola saling terkait di Indonesia,” ujar Sam van Raalte.
Meski melontarkan kritik terkait campur tangan politik, Sam tidak menutup mata terhadap hal-hal positif yang dimiliki sepak bola Indonesia.
Salah satu yang paling membuatnya terkesan adalah loyalitas dan antusiasme para pendukung Timnas Indonesia.
Ia mengaku kagum dengan atmosfer yang diciptakan suporter saat pertandingan berlangsung. Pengalaman menyaksikan langsung laga-laga sepak bola di Indonesia disebutnya meninggalkan kesan yang sangat mendalam.
Sam menilai atmosfer stadion di sejumlah kota seperti Jakarta, Sleman, dan Bandung memiliki daya tarik yang sulit ditemukan bahkan di banyak negara Eropa.
Baginya, sepak bola di Indonesia bukan sekadar hiburan, melainkan telah menjadi bagian dari identitas sosial masyarakat.
“Mereka mengalaminya seperti sebuah agama, satu-satunya tempat saya melihat hal serupa adalah di Boca Juniors, Argentina,” tutur Sam van Raalte.
“Bagi banyak orang, ini adalah pelampiasan terpenting mereka,” pungkasnya.