- Pelatih Zlatko Dalic menegaskan Kroasia akan bermain agresif melawan Inggris pada laga pembuka Piala Dunia 2026 di Dallas.
- Tim Kroasia berambisi meraih kemenangan besar guna mengawali fase grup turnamen yang diselenggarakan di Amerika Serikat tersebut.
- Meski mengakui kekuatan Inggris, Kroasia menargetkan pencapaian baru dengan mengandalkan struktur permainan solid serta pengalaman para pemain kunci.
Suara.com - Pelatih Kroasia Zlatko Dalic melontarkan peringatan tegas kepada Inggris jelang laga pembuka Piala Dunia 2026.
Dalic menegaskan timnya tidak akan bermain defensif saat kedua tim bentrok di Dallas.
Pertandingan ini menjadi awal perjalanan kedua tim di fase grup.
Inggris memang lebih diunggulkan, namun Kroasia datang dengan ambisi besar untuk mencuri kemenangan.
“Akan ada pertandingan yang sulit, menghadapi lawan terberat di awal turnamen. Kami sudah mempersiapkan diri dengan baik,” ujar Dalic dalam konferensi pers pra-pertandingan.
Meski mengakui kualitas Inggris, pelatih berusia 59 tahun itu memastikan Kroasia tidak hanya fokus bertahan.
“Kami tidak akan hanya bertahan, kami ingin lebih. Itulah cara kami mempersiapkan tim ini,” tegasnya.
Dali juga menilai laga melawan Inggris penting, namun bukan penentu kelolosan. Ia menyebut Inggris memiliki kekuatan besar, terutama di sektor sayap dan lini depan.
“Inggris sangat berbahaya, khususnya dari sisi sayap. Mereka juga punya salah satu striker terbaik di dunia,” tambahnya.
Kroasia sendiri memiliki catatan impresif dalam dua edisi Piala Dunia terakhir.
Kroasia mencapai final pada 2018 setelah menyingkirkan Inggris di semifinal, sebelum kembali menembus semifinal pada 2022.
Namun, Dalic menegaskan timnya tidak ingin terjebak nostalgia. Ia menuntut para pemainnya menciptakan sejarah baru di turnamen kali ini.
“Kami pernah menciptakan keajaiban dunia, tetapi itu sudah menjadi sejarah. Kami ingin meraih pencapaian besar lagi,” ujarnya.
Setelah menghadapi Inggris, Kroasia akan melawan Panama dan Ghana di fase grup.
Dalic memastikan timnya siap menghadapi ekspektasi tinggi di turnamen yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko itu.
Di sisi lain, pelatih Inggris Thomas Tuchel juga mengakui kekuatan Kroasia.
Tuchel menyebut lawannya sebagai tim berpengalaman dengan struktur permainan yang solid.
“Kroasia adalah tim kuat dengan pelatih berpengalaman. Mereka punya pemain kunci seperti Luka Modric dan Mateo Kovacic, serta ancaman dari Ivan Perisic,” kata Tuchel.
Menurut Tuchel, Kroasia tetap berbahaya meski mengalami perubahan taktik.
Tuchel juga mewaspadai kemampuan bola silang dan situasi bola mati yang menjadi kekuatan utama lawan.